Kamis, 04 Agustus 2011

KOMPAS.com - Sebelum Taman Nasional Ujung Kulon ditetapkan, Sarija (66), warga Ujung Jaya, Kecamatan Sumur, lebih dulu menggarap lahan itu sebagai kebun. Ia dan ratusan warga desa tersebut telah berdiam di sana sejak lama dan terbiasa hidup berdampingan dengan badak jawa.

Sarija cukup terkenal di dunia perbadakan Ujung Kulon. Ia adalah warga lokal yang menjadi pemandu utama fotografer satwa liar Alain Compost saat berburu gambar di Ujung Kulon tahun 2001.

Perjalanan memasuki hutan selama berhari-hari dan penggunaan perahu kedap suara membuahkan hasil jepretan yang legendaris. Compost mendapatkan foto badak jawa (Rhinoceros sondaicus) sedang mandi di sungai. Sebuah adegan yang sangat jarang terekam.

Kini, lelaki beranak dua itu hanya duduk terpaku saat ekskavator meratakan lahan garapannya yang ditanami kelapa dan mangga, untuk dibangun pagar beraliran listrik.

Tetangga Sarija, Arman (70), juga kehilangan sebagian lahan garapan yang ditanami jagung. Ekskavator itu menerabas ladangnya yang akan dijadikan lahan konservasi badak berupa semacam "kandang".

Proyek pembuatan kandang yang disebut Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) itu dimulai 20 Juni 2011. Proyek bermula dari Pos Cilintang menuju Aermokla sejauh 5 kilometer melintasi kebun warga dan hutan.

Masyarakat berkorban

Eko Cahyono, aktivis Sajogyo Institute (Sains), menuturkan, masyarakat lokal banyak yang tinggal bertautan dengan areal Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Dari sekitar 261,61 hektar lahan garapan masyarakat, sekitar 110 hektar di antaranya di Kampung Legon Pakis, Ujung Jaya, terserobot proyek itu. Lahan tersebut selama ini ditanami padi, kelapa, kopi, petai, melinjo, jengkol, dan mahoni.

Itu baru dari satu desa. Di sebelah timur TNUK, sekitar Gunung Honje, ada 15 desa di sekitar kawasan konservasi. Lahan mereka masih tumpang-tindih dengan areal TNUK, yang diklaim memiliki luas 78.169 hektar daratan dan 44.337 hektar lautan. Namun, proyek JRSCA seluas 3.000 hektar-4.000 hektar tersebut hanya bersentuhan dengan Desa Ujung Jaya.

Konservasi badak

Proyek JRSCA muncul karena badak jawa termasuk mamalia besar yang dilindungi dan langka. Fauna yang memakan pucuk daun (bukan rumput seperti badak india atau badak afrika) itu termasuk kategori daftar merah pada International Union for Conservation of Nature (IUCN), yakni satwa yang sangat terancam punah. Selain itu, masuk daftar Apendiks I CITES (sangat dilindungi).

Badak jawa ini pernah ada di seluruh Pulau Jawa, Sumatera, hingga Indochina. Di Vietnam, jumlahnya tinggal 8 ekor dan berada di Cagar Alam Cat Loc, berdekatan dengan Taman Nasional Cat Tien. Di Indonesia, menurut data Kementerian Kehutanan, selama 30 tahun terakhir jumlahnya hanya 50 ekor hingga 60 ekor. Namun, pengamatan WWF Indonesia menggunakan kamera tersembunyi hanya menangkap gambar 29 ekor badak jawa di TNUK.

Selain badak jawa, di TNUK berdiam sekitar 500 ekor banteng jawa (Bos javanicus), macan tutul (Panthera pardus), owa (Hylobates moloch), rusa (Cervus timorensis), kijang (Muntiacus muntjak), kancil (Tragulus javanicus), jelarang (Ratufa bicolor), dan ajag (Cuon alpinus). Ini membuat kawasan konservasi di ujung barat Pulau Jawa tersebut—bersama Cagar Alam Krakatau—ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia yang ditetapkan UNESCO pada tahun 1991.

Hampir seluruh perhatian pencinta mamalia kini tertuju pada badak jawa yang sudah sulit dilihat secara langsung. Saat memasuki hutan, biasanya orang hanya menjumpai jejak kaki, kotoran, bekas makanan, serta kubangan hewan yang berbobot 900 kilogram-2.300 kilogram dan panjang 2 meter-4 meter serta tinggi 1,5 meter tersebut.

"Badak itu pemalu dan memiliki penciuman serta pendengaran yang tajam. Mereka akan menghindar ketika radarnya menangkap keberadaan manusia," kata Marcellus Adi, dokter hewan yang 20 tahun aktif dalam konservasi badak.

Sulitnya badak dijumpai menjadi salah satu alasan pembangunan JRSCA. International Rhino Foundation, Yayasan Badak Indonesia, dan Balai TNUK sedang membangun JRSCA dengan pertimbangan untuk memudahkan pengamatan demi peningkatan populasi badak jawa.

Dibagi tiga

JRSCA dibangun di tengah kawasan TNUK dengan batas laut di sisi utara dan selatan. Adapun di timur dari Cilintang menuju Aermokla dibangun pagar beraliran listrik sepanjang 20 kilometer, demikian pula di barat dari Pos Laban menuju Karang Ranjang sejauh 2 kilometer. Pagar JRSCA membagi TNUK menjadi tiga bagian, Semenanjung Ujung Kulon, JRSCA, dan Gunung Honje.

Guru Besar Ekologi Satwa Liar dari Institut Pertanian Bogor Hadi S Alikodra mengingatkan, pemagaran bisa menjadi bumerang. Hal itu karena maksud hati ingin meningkatkan jumlah badak, tetapi badak dan hewan lain bisa mati karena areal jelajahnya dibatasi. Kebiasaan fauna makan di suatu lokasi akan terhambat oleh pagar beraliran listrik sehingga mereka akan kelaparan.

Pemilik proyek ini, Yayasan Badak Indonesia, melalui ketuanya, Widodo Sukohadi Ramono, meyakini bahwa pembangunan JRSCA bisa meningkatkan jumlah badak. Ia menyebutkan tiga faktor bisa diatasi dengan pembuatan JRSCA, di antaranya adalah mencegah penyakit akibat penularan kerbau kepada badak serta menghilangkan langkap (palem-paleman yang menjadi gulma dan mengurangi persediaan makan).

Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan Darori mengatakan bahwa pembangunan JRSCA bertujuan meningkatkan populasi badak jawa yang populasinya minus 0,7 persen setiap tahun.

Berdasarkan camera trap tahun 2011, badak jawa hanya ditemukan 19 ekor yang terdiri dari 16 badak jantan dan 3 badak betina. "Harapan kami, dengan dilaksanakannya program JRSCA ini, populasi badak jawa tidak akan punah dan justru akan bertambah," kata Darori.

Pemerintah rupanya mengambil pelajaran berharga dalam konservasi harimau bali dan harimau jawa yang musnah karena sebelumnya tidak dilakukan upaya konservasi secara serius dan intensif.

Upaya konservasi badak jawa tentu saja pantas didukung. Meski demikian, langkah yang dilakukan harus tepat dan efektif serta melalui kajian yang mendalam agar bisa meningkatkan populasi badak jawa. Jangan sampai, pengorbanan yang sudah diberikan masyarakat serta pengorbanan TNUK tidak sesuai dengan harapan. Kini harapan tinggal digantungkan kepada mereka.(Ichwan Susanto)

Minggu, 10 Juli 2011


incredible, immeasureable, dan tak tersentuh oleh akal (7 juli 2011)
ya, hari ini, semua kegiatan yang aku lakukan luar biasa manfaatnya. Baik itu buat aku atau pun orang lain. Semua kegiatan ini benar-benar tak dirancanakan dari awal. Bahkan menyusunnya pun tak terpikirkan. Semua berjalan secara otomatis seperti telah diatur dan ditentukan. Tidak ada cara lain lagi selain menceritakannya. Pertama, setelah bangun tidur seperti biasa aku melakukan aktivitas keseharianku bereskan kamar, sarapan, lalu sedikit merengangkan otot dan melatihnya. Setelah rutinitas itu aku lakukan, aku bersiap untuk sedikit membaca buku pelajaran untuk menyicil UAS yang tinggal 2 minggu lagi. Sekitar 2 jam waktu aku sisihkan untuk itu dan aku sudah merasa bosan di kamar ukuran sebesar 3x4, lalu aku bersiap ke kampus tercinta yang selalu penuh dengan berbagai macam kegiatan. Niatnya ingin mengambil kekurangan uang untuk menyelesaikan semua tanggung jawabku di EMIX9. Setelah shalat dhuha sebentar, aku berangkat. Ditengah jalan aku bertemu anak pembawa Koran yang kebetulan hamper tiap pagi aku bertemu dengannya. Seperti biasa hal yang aku lakukan memberinya sedikit uang jajanku kepadanya, tapi aku tidak membeli daganganya. Ya, harapannya dia bias menjualnya ke yang lain. Sampai di kampus, orang yang aku tunggu ternyata ada kelas dan baru bias keluar jam 1-an. Kalau saja aku tahu, lebih baik aku istirahat, itu yang ada dalam pikiranku saat itu. Akan tetapi, Allah berkeinginan lain kepadaku. Ya, Sandi, manajemen 2008, ketua HMI FEUi mengajak aku untuk hadir dalam LK 1 HMI dengan pembicara Prof. Dr. Anwar Nasution. Hari yang luar biasa untukku. Tak disangka. Diruangan yang tidak terlalu besar, ya diskusi yang berjalan lancer, aku benar-benar mendapatkan suatu hal yang luar biasa dengan beliau. Mulai dari ilmu ekonomi, etika beliau, pengalaman, kesantunan, cita-cita, harapan untuk bangsa yang lebih baik, intropeksi diri, integrasi, focus dalam mendalami sesuatu, dan banyak hal lainnya walaupun dia sangat tegas dalam menyampaikannya yang sedikit membuat suasanan ruangan yang diisi 10 sampai 12 orang saja termasuk aku menjadi sedikit tegang. Selesai menghadiri acara itu, tidak lama kemudian aku makan siang di tempat biasa. Hari itu, benar-benar lain sekali, suasan sangat sepi ddan sepertinya memang dibuat lancer dan nyaman untuk aku menjalankan semua aktivitasku. Selesai itu, aku bertemu dengan orang yang sudah terikat janji denganku. Selesai dengan urusan dan kewajibanku, aku menunggu waktu untuk ta’lim dengan mapres FEUI dan UI yang sebentar lagi calon mapres Nasional di labkom. Seperti biasa, aku mendapatkan banyak film yang dapat menginspirasiku untuk mendapatkan turning point dalam jalanku. Akhirnya tiba waktu untuk ta’lim walaupun dia terlambat tapi tetap saja dia adalah orang yang tepat janji. Dari sini, terbukti kata-kata prof. Dr. Anwar Nasution. Setiap kali kita memegang teguh apa yang kita pegang, itu akan selalu berbuah manis. Ya, dan sekarang ada satu contoh orang yang nyata dihadapanku. Setiap kali aku dihadanpannya, aku selalu bingung untuk bergerak. Ya, aku ingin seperti dia, dapat mengwujudkan semua mimpinnya meskipun cita-cita kita berbeda, tetapi itu dapat dijadikan suatu pemantik untuk jiwa. Dia akan melanjutkan sekolah ke Singapore, aku juga bisa melanjutkan sekolahku ke eropa. Itu mimpiku. Ya aku harus bisa. Aku akan memegang teguh itu dan ingat jangan pernah melakukan sedikit kesalahan sedikit pun dalam perjalanan itu. Singkat cerita hari itu dia akan pergi dan menjadi pertemuan terkahir kita dalam ta’lim. Setelah peristiwa itu beralalu, niatnya aku ingin makan malam dan pulang. Akan tetapi, ada rencana lain lagi yang DIA kehendaki. Hahaha, malam itu menjadi saksi dan ini adalah rangkaian kegiatan terakhir dari aktivitasku hari ini. Yang, FEUI 2008, lugas, singgih, dito, aku, yogi, dan ilvan. Ya ya ya, obrolan anak muda yang sedang melihat masa depannya masing-masing. Selain itu, kita juga membicarakan khalayan-khalayan di masa depan tentang pendaping hidup. Ya, semua terjadi begitu spontan. Tak terduga. Sampai selesai, pembicaraan kami hanya penghibur dari semua penat hari itu untuk relaksasi kita semua. Kesimpulan dari cerita ini adalah saat kamu mengisi semua aktivitas kamu dengan semua hal yang positif dan bermanfaat serta kamu senang menjalankannya maka itu akan berkahir bahagia. Ada satu hal yang unik saat itu, semua terangkum dan tersimpan dalam kamera digitalku yang tak sengaja aku bawa hari itu.

Minggu, 19 Juni 2011

tentang hidup

jika selama ini Anda menjalani hidup Anda dengan biasa-biasa saja, saat ini Anda harus mengubah juga. tak ada waktu lagi untuk berpikir-pikir lagi tentang apa yang Anda mau pilih. lihat, pantau, target, dan tembak itu yang harus Anda lakukan saat ini. jadilah seperti seorang sniper dari marine US dimana kekasihmu hanyalah hilda si senjata. temanamu adalah lalat yang menggoda saat kamu memfokuskan targetmu. ini bukan hal untuk diceritakan, tetapi ini merupakan pengalaman. seberapa kuat Anda menahan terjangan dari badai kehidupan akan diukur ketika DIA berkehendak jauh dari harapanmu. seberapa kuat imanmu kepadaNYA akan diukur saat dirimu mencapi titik kulminasi terendah dalam hidupmu. tak ada lagi harapan. tak ada lagi bantuan. tak ada satupun yang dapaat menolong kecuali dari dalam dirimu sendiri. gambaran situasi ini mudah saja. ketika itu terjadi, dirimu sedang berada pada lembah terbawah. tak ada alat bantu untuk mendaki tebing curam yang tajam. satu-satunya cara adalah kamu harus menaikinya secara perlahan dan hati-hati. kenapa? karena ketika kamu terjatuh lagi, kamu akan mengulanginya dari awal. just simple!

saat itu pula kamu tidak dapat memilih kondisi terbaik dari dirimu saat itu. seperti ada pertanyaan "berapa jumlah daun yang ada pada pohon yang sedang menranggas?"
tetap semangat, tetap yakin terhadap semua keputusanNYA, tetaplah mengejar mimpi yang telah dirangkai, dan tunjukan pada mereka kalau kita belum "tamat"

Selasa, 14 Juni 2011

Setelah bertempur hebat pada 'Merah Putih' dan 'Darah Garuda' kemarin, kini rilekser akan kembali disajikan sebuah film epik trilogi perjuangan terakhir para pejuang kita di 'Hati Merdeka'.

Dijadwalkan, film yang disutradari oleh Yadi Sugandi dan Conor Allyn itu akan segera dilempar ke bioskop pada 9 Juni 2011 mendatang. Bagian ketiga dan terakhir dari Trilogi box office film perang Merah Putih ini dipersembahkan oleh PT. Media Desa Indonesia dan diproduksi oleh Margate House Films.



Proses Syuting Hati Merdeka

Dikemas lebih besar dengan muatan action lebih banyak dibandingkan dengan Darah Garuda yang diputar tahun lalu, Hati Merdeka akan mengajak kalian semua untuk melihat para pahlawan kita menghadapi pertempuran laut, melarikan diri dengan berkuda, konflik internal, tank, dan senapan pelontar api dalam perjalanan epik mereka ke Bali untuk melacak penjahat perang Belanda yaitu Kolonel Raymer yang hidup di camp tentara pada masa pendudukan Jepang selama Perang Dunia II.

Menghadirkan Donny Alamsyah (Fiksi, 9 NAGA, GIE), Rahayu Saraswati (Merah Putih), T. Rifnu Wikana (Kado Hari Jadi, Laskar Pelangi), Lukman Sardi (Quickie Express, GIE), Astri Nurdin (Merah Putih, Sehidup Tak Semati), Darius Sinathrya (Ungu Violet, D'Bijis, Naga Bonar Jadi 2), dan memperkenalkan Nugie serta Ranggani Puspandya, sebagai pemberontak Bali dalam film ini.

Dikemas dalam film 35 mm dan berdurasi 97menit, Hati Merdeka berhasil menyatukan para ahli terbaik di bidang efek khusus dan teknis dari Hollywood films. Seperti Koordinator Efek Khusus Adam Howarth (Saving Private Ryan, Blackhawk Down) dan Ahli Persenjataan John Bowring (The Thin Thin Red Line, Australia, Wolverine), dan Koordinator Pemeran Pengganti Scott McLean (The Pacific, Matrix).

Sekedar informasi tambahan, dua dari film trilogy ini yang sudah keluar di pasaran, Merah Putih dan Darah Garuda, telah diputar di berbagai festival film internasional seperti di Cannes, Berlin, Pusan, Dallas, Los Angeles, Amsterdam, Mumbai dan Bangkok dan meraih sukses besar, memenangkan penghargaan untuk Film Terbaik, Aktris Terbaik, Sutradara Terbaik, People’s Choice dan banyak lagi nominasi lain seperti Aktor Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik, Pendatang Baru Terbaik untuk para pemeran film ini seperti Donny Alamsyah, Lukman Sardi, Rahayu Saraswati dan Aldy Zulfikar. (Ezz/foto:Kaskus)
adri faza - Precisionist

A perfectionist, adri is very willing to expend the effort to achieve high quality results. Because he works so carefully, he tends to be sensitive to criticism. adri tends to gather a great deal of information before making choices. He believes that if everyone would process information in the same way as he does, a better level of quality would be maintained.

Recognizing the value of a good relationship, adri is very patient and caring when relating to others. He is even-paced; and adri usually remains calm and relaxed, even in situations that may ruffle some others. He likes the role of a peacemaker, when working through problems, adri tries to rely on successful strategies that have proven results.

Because he cares about how others feel, adri may feel uncomfortable making decisions that strongly affect others. He typically encourages others to be involved in the decision making process and prefers to work in a team role. Others tend to see adri as agreeable and humble.

adri usually avoids being the center of attention. He tends to pick his friends carefully and is usually cautious and not overly "open" to strangers. adri may sometimes come across as being skeptical of what others tell him they will do, but once a person has proven their reliability, adri is willing to invest more time and trust in the relationship.




adri is a systematic thinker who tends to follow procedures in both personal and business life. Proceeding in an orderly, predetermined manner, he is precise and attentive to detail. adri acts in a highly tactful, diplomatic fashion and rarely antagonizes his associates consciously. He is extremely conscientious, adri painstakingly requires accuracy in work and maintains high standards. He may tend to get bogged down in details, particularly when decisions must be made. adri wants standard operating procedures and no sudden changes.

As a Precisionist, adri likes a protected and secure environment governed by rules and regulations. He likes people, but prefers a few close friends to many who aren't as close. adri prefers small groups rather than a crowd. He will be correct most of the time due to how precise he is. adri may be overly sensitive and perhaps doesn't handle critique well. He may need to develop confidence and be more independent. He tends to be very concerned about what people think of him and he avoids conflict.

Exactness is imperative in everything adri does. He can be counted on to carry out any tasks correctly. adri wants exact facts and figures before he will make a decision; he feels uneasy when forced to make a quick decision. adri will often keep feelings to himself. Others may not be aware of his strong beliefs. adri will not blow up easily, but after a point everyone will know his feelings. adri wants a steady environment, which promotes security. This is true for home and work environments, as the more stable the environment, the happier he will be.

Your C and S plotted above the midline, your style is identified by the keyword "Precisionist"

General Characteristics
• Careful; Thinking things through
• Possessive; Sensitive
• Slow to make changes; Predictable
• Uses defensive strategies when confronted

Value To Team
• Reliable & Dependable; Analytical
• Loyal team worker; Steady
• Compliant towards authority
• Calculated risk taker; careful
• Will take task from beginning to end

Possible Weaknesses
• Resists change; too predictable
• Takes a long time to adjust to change
• Holds a grudge; sensitive to criticism
• Overly using traditional means for problem solving

Greatest Fear
• Being criticized, especially by a close friend or relationship

Motivated by
• Recognition for loyalty and dependability
• Approval of their high quality work
• Orderliness and neatness
• Activities I can start and finish

My Ideal Environment
• Practical procedures and systems
• Stability and predictability
• Tasks that can be completed at one time
• Neat and orderly
• A team atmosphere

Remember, a Precisionist may want:
• Security in situations, sincere appreciation, repeated work patterns, time to adjust to change, limited territory of responsibility, identification with group, areas of specialization, clear definitions of their roles.

When communicating with a Precisionist, DO:
• Create a favorable environment: personal and agreeable.
• Express a genuine interest in them as a person.
• Provide them with clarification for tasks and answers to "how" questions.
• Be patient in drawing out their goals.
• Present ideas or departures from current practices in a non-threatening manner; give them time to adjust.
• Clearly define goals, procedures and their role in the overall plan.
• Assure them of personal follow-up support.
• Explain how their actions will minimize the risks involved and enhance current procedures.

When communicating with a Precisionist, DON'T:
• Be pushy, overly aggressive, or demanding
• Be too confrontational or critical of their actions

*While analyzing information, a Precisionist may:
• Be openly agreeable buy inwardly unyielding
• Internalize their concerns and doubts
• Hesitate to share feedback during presentations
• Slow down the action
• Require additional information and supporting materials

Precisionists possess these positive characteristics in teams:
• Adds a sense of continuity to the team
• Participative managers - accomplish goals through personal relationships
• Make others feel like they belong
• Show sincerity
• Can see a process for doing things
• Focused and intuitive about people and relationships
• Full of common sense
• Buy into team goals if the "why's" are explained
• Dependable and unvarying
• Identify strongly with the team
• Strive to build relationships
• Good at completing their tasks
• Consider elements of a total project
• Realistic and practical
• Even-tempered
• Provide specialized skills
• Show patience with others
• Loyal

Personal Growth Areas for Precisionists:
• Be more open to change
• Be more direct in your interactions
• Focus on overall goals of the team rather than specific procedures
• Deal with confrontation constructively
• Develop more flexibility
• Increase pace to accomplish goals
• Show more initiative
• Work at expressing your thoughts, opinions and feelings


How you Communicate with Others

We have just reviewed the dos and don'ts of communication with your specific style. After reviewing this section of the report, you may now feel, "Yes, this is what I would like. This is how I wish people would treat me and work together to give me the information that is important to me." Equally important is that you now see that THE WAY SOMETHING is said can be as important to what is said. And unfortunately, we all have a tendency to communicate the same way that we like to hear something, instead of the way we need to verbalize.

Your style is predominately a "C" style, which means that you prefer receiving information that gives you enough details to make an informed decision. But, when transferring that same information to a client or co-worker, you may need to translate that into giving them just the end results, or even telling them in a manner that is more experiential and less detail oriented. More detail may not necessarily be better when communicating to some other personality styles.

This next section of the report deals with how your style communicates with the other three dominant styles. Certain styles have a natural tendency to communicate well, while certain other styles seem to be speaking different languages all together. Since you are already adept at speaking your "native" language, we will examine how to best communicate and relate to the other three dominant languages people will be using.

This next section is particularly useful for a dominant "C" style as you may have the tendency to give many facts and details, while others are making decisions based more on their "gut" reaction, or on one or two of the most important details.




adri's PowerDISC(tm) Traits

INFLUENCING

Influencing and delegating to others is not exactly the role you desire most, but if it is an occasional part of what you need to do, you accept it. You prefer to be recognized as a part of a group rather than receiving individual recognition.

DIRECTING

You were probably just selected to oversee yet another project, especially one that has a tight deadline. Your team values your work ethic. You may appear a bit distant at times, but your attention to detail and your inner drive causes others to respect you and to see the great value you add to the team. But learn to take time to get to know other team members; time invested in relationships is not time wasted.

PROCESSING

You are probably overloaded with work because you hate to delegate; you tend to do most things yourself. You believe that for something to be done right, you need to do it. Train others around you to work to your own high standards and delegate to them. Although it may take longer initially, you will be helping others to achieve and grow more. Be willing to accept change and understand it may be necessary for growth and security.

DETAILING

You need to live life and be more spontaneous in things you do. You tend to over-analyze details to the point of not doing anything at all about the situation. You tend to always be operating under the "Ready, Ready, Ready" approach. Try "Ready, Aim, Fire!" Decide to do something fun and spontaneous, make a new friend or go somewhere new and exciting.

CREATING

You are very unique in that you have the combination of tremendous people skills and orientation to detail. You can articulate well in many different areas. You use your communication skills to make sure that each area of a project will get done in the proper order and manner. High quality work is a standard you maintain in all you do.

PERSISTING

You are a strong, steady worker who wants to do quality work. Sometimes you may begin to look at other alternatives to completing a project when the going starts getting rough. Remember not to quit nor lose focus on what you have started.

RELATING

You tend to be task-oriented, but know that people and relationships cannot be ignored. You may get caught up in getting things done, but you make up for that by taking time to nurture close relationships.





adri's Key Personality Trait Summary Page

The traits listed on this page are based upon a statistical analysis of personality traits displayed by individuals with similar styles. Over the years, thousands of individuals have responded to DISC surveys, and the characteristics of their personalities have been tabulated and recorded. The keywords that are listed below are the traits that are most often observed in people whose style is similar to yours, although you may or may not exhibit these specific traits.

This page is designed to provide a single page, simple summary of the key elements of your style. This information will be quite valuable to individuals with whom you must communicate on a regular basis, for example managers, employees, teachers, family members, or members of social groups. You might consider using this page as a discussion guide regarding how to maximize communication in your relationship.

Sabtu, 11 Juni 2011

REPUBLIKA.CO.ID, Hampir semua rumah peninggalan Belanda di kawasan Jalan Pandean, Surabaya masih asli. Antara satu rumah dan rumah lainnya nyaris tak ada berbeda, bentuk, model, dan coraknya bergaya kolonial. Sejak dulu, tidak ada yang spesial di kampung itu. Namun akhir - akhir ini, warga dikejutkan dengan penelitian yang menggemparkan.Tidak hanya bagi warga setempat, masyarakat Indonesia pun dibuat tercengang dengan penemuan bahwa rumah kelahiran Soekarno, Presiden pertama RI yang juga Sang Proklamator, berada di sebuah gang sempit yang berukuran tidak lebih dari tiga meter di Kota Pahlawan, Surabaya. Bukan di Blitar sebagaimana yang diketahui masyarakat Indonesia selama ini.Bung Karno dilahirkan di Surabaya, tepatnya di sebuah rumah kontrakan Jalan Lawang Seketeng, sekarang berubah menjadi Jalan Pandean IV/40. Ayahnya Raden Soekemi seorang guru sekolah rakyat dan ibunya Ida Ayu Rai seorang perempuan bangsawan Bali."Setelah kami lakukan penelitian dan melalui kajian cukup lama, ternyata rumah kelahiran Soekarno bukan di Blitar, melainkan di Surabaya," ujar Ketua Umum "Soekarno Institute", Peter A Rohi.Ukuran bangunan rumah itu 6x14 meter. Terdiri dari satu ruang tamu, satu ruang tengah yang biasa ditempati keluarga bersantai, dan dua kamar. Di belakang ada dapur yang terdapat juga sebuah tangga kayu untuk naik ke lantai dua. Di lantai atas tersebut, hanya digunakan untuk menjemur pakaian."Dari dulu, ya seperti ini. Kami tidak mengubahnya, atau merenovasi," ujar Siti Djamilah, pemilik rumah saat ini.Ia mengaku menempati bangunan itu sejak 1990. Ketika itu, ia ikut kedua orangtuanya. Kakak Djamilah dan suaminya, H. Zaenal Arifin juga menetap rumah itu.Kemudian, 1998 Djamilah menikahi Choiri. Setelah kedua orang tua Djamilah meninggal, mereka hanya tinggal berempat. "Kami tidak menyangka bahwa rumah ini adalah tempat kelahiran Bung Karno. Sebuah kebanggaan dan anugerah karena kami tinggal di rumah tokoh kelas dunia. Tidak hanya presiden, tapi seorang yang patut menjadi teladan bangsa Indonesia," tutur Choiri, suami Djamilah."Kami sudah melalui kajian dan penelitian panjang sejak masa reformasi. Bahkan penelitian juga kami lakukan di Belanda. Buku-buku sejarah masa lalu juga membuktikan bahwa di Surabaya inilah Bung Karno dilahirkan. Syukurlah sekarang bisa diresmikan," ujar Peter A. Rohi."Di Jakarta ada prasasti Barack Obama, padahal dia Presiden Amerika Serikat. Masak Presiden Indonesia tidak ada prasastinya? Kami memasangnya di rumah kelahiran Soekarno," katanya, menambahkan.Pasang Prasasti
Dijelaskan Peter, pemasangan prasasti digelar 6 Juni 2011 karena disamakan dengan tanggal kelahiran Soekarno, yakni 6 Juni 1901. Peter menyayangkan sikap pemerintah yang menyatakan bahwa Soekarno lahir di Blitar. Padahal, kata dia, berbagai buku-buku sejarah dan arsip nasional ditegaskan bahwa Soekarno dilahirkan di Surabaya.Ia berani menunjukkan puluhan koleksi buku sejarah yang menuliskan kelahiran Soekarno. Di antaranya, buku berjudul "Soekarno Bapak Indonesia Merdeka" karya Bob Hering, "Ayah Bunda Bung Karno" karya Nurinwa Ki S. Hendrowinoto tahun 2002, "Kamus Politik" karangan Adinda dan Usman Burhan tahun 1950.Lainnya, "Ensiklopedia Indonesia" tahun 1955, "Ensiklopedia Indonesia" tahun 1985, dan "Im Yang Tjoe" tahun 1933 yang sudah ditulis kembali oleh Peter A Rohi dengan judul "Soekarno Sebagi Manoesia" pada tahun 2008."Bahkan mantan Kepala Perpustakaan Blitar sudah mengakui bahwa Soekarno tidak dilahirkan di Blitar, melainkan di Surabaya," tuturnya. Pihaknya berharap, ke depan masyarakat Indonesia lebih mengetahui dan mengakui bahwa kota kelahiran Soekarno yang selama ini dikenal adalah keliru."Dulu pascatragedi G30S/PKI, semua buku sejarah ditarik dan diganti di Pusat Sejarah ABRI pimpinan Nugroho Notosusanto. Tapi saya heran, kenapa ada pergantian kota kelahiran Soekarno? Semoga pemerintah ke depan sudah mengakui bahwa lahirnya presiden pertama Indonesia ada di Surabaya," papar Peter.Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga mengaku sangat yakin bahwa Bung Karno bukan dilahirkan di Blitar. Pihaknya juga telah mengirim surat ke Pemerintah Pusat untuk meluruskan persoalan ini dan optimistis pemerintah mengakuinya."Kami masih menunggu respon dari Pemerintah Pusat. Tapi tahun 2010, walikota Surabaya saat itu, Bambang DH, sudah menandatangani prasasti sekaligus mengirimkan surat ke pemerintah pusat," tutur Tri Rismaharini.Jadi Museum
Menurut Risma, pihaknya sudah menemui keluarga pemilik rumah, Choiri, agar bersedia menjualnya dan akan dijadikan museum atau tempat cagar budaya."Saya sudah memberikan tugas kepada Dinas Pariwisata Kota Surabaya untuk negosiasi harga dengan pemilik rumah. Nantinya rumah kelahiran Bung Karno akan dijadikan museum dan untuk kawasan sejarah," ujar Tri Rismaharini ketika ditemui di sela pemasangan prasasti dan peresmian rumah kelahiran Bung Karno, Senin (6/6).Sayang, orang nomor satu di Surabaya tersebut enggan menyebutkan anggaran yang dikeluarkan. "Harga masih negosiasi. Saya sudah minta ke Bu Wiwik (Kepala Dinas Pariwisata) untuk mengalokasikan dana dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Kota Surabaya. Lebih bagus lagi kalau masih ada barang-barang aslinya, agar bisa menceritakan ke anak-anak bahwa di Surabaya Bapak Proklamator dilahirkan," tutur Risma.Sementara itu, keluarga Bung Karno, Prof. Haryono Sigit, mengakui bahwa orangtua Bung Karno pernah tinggal di rumah itu. Ia juga menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk mengelola rumah tersebut. "Mau diapakan rumah itu, bukan wewenang saya. Saya serahkan ke Pemkot," tukas mantan Rektor ITS Surabaya tersebut.Direktur Utama Surabaya Herritage, Freddy H Istanto mengatakan, jika nantinya rumah kelahiran Soekarno dijadikan museum maka yang harus diperhatikan adalah sistem pengelolaannya.Choiri, selaku pemilik rumah mengatakan, secara prinsip pihaknya tidak mempermasalahkan dan siap menjual rumahnya ke Pemkot Surabaya. Terkait harga, ia mengaku masih melakukan negosiasi untuk menentukan harga yang pas. "Tapi kami masih banyak saudara kok di Surabaya, sambil mencari rumah, kami mungkin tinggal di rumah saudara dulu," timpal Djamilah.

Sabtu, 04 Juni 2011