Kamis, 28 April 2011

jika kamu bersedia berkorban untuknya, itu bukan cinta tapi pengorbanan.

jika kamu ingin selalu di sampingnya, itu bukan cinta tapi kesepian.

jika kamu ingin memilikinya, itu bukan cinta tapi ambisi.

jika kamu ingin memilikinya disaat semua orang tak memilikinya, itu bukan cinta tapi kesetiaan.

jika kamu hanya menerimanya, itu bukan cinta tapi kasihan.

jika kamu merasa gugup hingga tak mampu mengeluarkan kata saat bertemu, itu bukan cinta tapi kagum.



jika kamu menerima kekurangannya karena sifatnya,itulah cinta!

jika kamu menangis disaat ia terluka, itulah cinta!

jika kamu bersama orang lain tapi masih memikirkannya, itulah cinta!

jika ia membuatmu sangat resah, itulah cinta!

jika kamu senang melihatnya bahagia, itulah cinta!

jika kamu merelakannya meskipun hatimu hancur saat orang lain memilikinya, itulah cinta!!

note by anya safira

Selasa, 12 April 2011

“ tak ada sesuatu yang lebih menyenangkan daripada menimbulkan senyum pada wajah orang lain, terutama pada wajah yang kita cintai” (R.A.Kartini)

Senin, 11 April 2011

Mungkin ilmu yang rumit bukanlah suatu yang harus menemukan turunan dari rumusnya. Bukan juga sebuah analis dengan berbagai asumsi yang sebenarnya tidak pernah ada dalam kehidupan nyata. Ilmu yang rumit adalah bagaimana kita mencoba mengambil keputusan tanpa ada yang dikorbankan. Kalau pun memang harus ada yang dikorbankan itu sudah menjadi pilihan terkhir dan sangat kecil dampaknya bagi diri sendiri dan orang lain. Aku, mahasiswa FEUI, mendapatkan begitu banyak pelajaran mengenai pengambilan keputusan. Entah kenapa aku senang dengan ilmu ini, tetapi bagi diriku sendiri aku tidak pernah berhasil mengambil keputusan yang terbaik untuk diriku sendiri. Selalu ada saja ganjaran dan lilitan kencang karena aku harus memilih yang lain. Aku ssering bertanya pada diriku sendiri bagaiman ini terbaik bagiku dan orang lain. Aku tidak ingin ada yang kecewa dari pilihan ini termasuk diriku. Akan tetapi, itu tidak pernah berhasil pada kondisi apapun. Betapa pun usahaku untuk memperbaiki ini, itu tidak pernah berhasil sampai saat ini. Tidak ada yang salah, kondisi pun baik-baik saja. Aku bingung dengan ini. Bagaimana ini dapat aku kendalikan dibawah telapak tanganku sehingga aku mengetahui bagaimana pun apa yang akan terjadi. Ini menjadi bagian yang selalu aku pelajar sampai saat ini