Sayap dan doa
Apa yang aku pikirkan sampai saat ini, aku tidak pernah tahu maknanya
Letih, lesuh, dan lelah tak pernah Nampak dariku
Aku merasakan yang berbeda sampai saat ini
Perbedaan itu timbul sejak semuanya berubah begitu saja
Andai ini sudah ketetapanNYA, aku tidak bisa merubahnya
Semu ini harus aku pahami karena keinginanNYA
DIA menginginkan aku berbeda
Tetapi aku tidak pernah paham apa itu
Sementara jalanku terus berliku
Aku tidak boleh merasa semua ini adalah beban
Ini alur ceritaku dan harus aku layani
Membuat sesuatu yang bahagia bagiku
Bahagia untuk aku, dia, dan semua hal baru yang akan aku dapatkan
Tidak panjang waktuku untuk semua itu
Saat ini dan esok sudah menantiku
Tak perlu bekal yang berlebih
Hanya keikhlasan dan kesabaran
Dalam mengepakan sayap dan doa…
Adrifaza Baraka, 15-01-2011
bangga dan bersyukurlah terhadap apa yang ada di dalam dirimu karena semua itu adalah karunia dariNYA... ubah rasa iri itu menjadi pemantik semangat untuk meraih mimpimu...
Senin, 17 Januari 2011
Lentera
Setajuk rangkaian cahaya redup
Tak berdaya bagaikan tegukan napas lelah
Lalu apa yang menyebabkan dia kukuh bagaikan karang?
Tak ada majik, tak ada apapun yang menyokongnya
Keberadaannya melebihi penari dengan latarnya
Rembulan dengan pekatnya malam
Tak ada yang mengira
Lentera mampu menerangi hamba yang sedang terpuruk
Bahkan lentera menuntunnya sampai bangkit
Bangkit menemukan jati dirinya
Ini sebuah kisah nyata pada anak muda
Semangatnya sempat hilang bagai tak ada arti lagi dia melangkahkan kaki
Terpuruk dalam lembah tak bernyawa
Menyentuh titik kulminasi terendah yang pernah ada
Menetap dan merasakan terjalnya alur hidup
Bukan diatas, tetapi sedikit kebawah
Belum…belum menyentuh titik terbawah
Tidak terbayangkan menyentuhnya apalagi berteman dengan suasananya
Keluh, kusuh, dan tak berwarna
Maka dia sempat berpikir adilkah dunia ini diciptakan
Mengapa ada si kaya dan ada si miskin
kenapa semua tidak diciptakan sama rata
maka pertanyaan ini tidak akan pernah terjawab, pikirnya
Ini yang terjadi, ini yang harus dihadapi
Tak dapat dipungkiri karena hal itu ada di depan mata saat ini
Pikirannya makin bimbang tak terarah
Tak ada satu pun catatan liar yang memberinya arah
Keluarga? Bukan solusi yang tepat untuk saat itu
Ingat untuk saat itu
Ini berkutat pada jati diri dan jiwa yang ada pada saat itu
Bagaimana dia mengontrolnya dan memberinya pemantik untuk hidup lagi
Sebenarnya hati dan jiwanya belum mati
Mereka hanya tidur untuk sementara
Tidur dengan mimpi yang membawanya tidak betah untuk meninggalkan mimpinya
Ketika semua itu dapat teratasi maka lain cerita
Kisahkan kembali semua, tetapi tak dari awal
Hanya melanjutkan dari cerita yang terpotong oleh mimpi
Mimpinya tidak bagus, tetapi bagus untuk melemahkan jiwa, Itu yang dialami olehnya
Saat ini jalannya mulai terang
Bukan nur yang diharapkan bukan pula rembulan menyentuh stupa
Hanya lentera
Ia pun tidak yakin awalnya karena ia pikir hanya akan menimbulkan kirana
Cerita berubah seketika ketika ia mencoba meyakini lentera itu
Ini keajaiban dari Yang Maha Kuasa
Tuntunan untuk merasakan lika liku hidupNYA
Alur ceritaNYA yang telah DIA buat untuk semua, khususnya pemuda ini
Dari ini semua ia merasakan betepa sulitnya belajar ilmu ikhlas dalam hidup
Sampai akhirnya ia mendapatkannya ilmu itu
Tetapi ternyata itu hanya dasar belum inti dimana menuntut yang lebih dahsyat lagi
Lentera yang menemani dia ternyata menuntunnya sampai ke tujuan
Dengan cahaya yang tidak melebihi 5 watt, lentera itu menjadi saksi bisu perjalanan pemuda itu
Bahkan sampai pemuda itu berdiri tegap tanpa ada rasa lelah lagi
Ini perjalanan yang tiada henti karena tatapa luas ke arah barat dari Negara ini
Baru saja ia rangkai
Mungkin perjalanan yang lebih melelahkan akan ia hadapi lagi di suatu saat nanti
Maka ia mencoba menjadikan ini semua tahap awal dari semua perubahan
Adrifaza Baraka, 6-01-2011
Setajuk rangkaian cahaya redup
Tak berdaya bagaikan tegukan napas lelah
Lalu apa yang menyebabkan dia kukuh bagaikan karang?
Tak ada majik, tak ada apapun yang menyokongnya
Keberadaannya melebihi penari dengan latarnya
Rembulan dengan pekatnya malam
Tak ada yang mengira
Lentera mampu menerangi hamba yang sedang terpuruk
Bahkan lentera menuntunnya sampai bangkit
Bangkit menemukan jati dirinya
Ini sebuah kisah nyata pada anak muda
Semangatnya sempat hilang bagai tak ada arti lagi dia melangkahkan kaki
Terpuruk dalam lembah tak bernyawa
Menyentuh titik kulminasi terendah yang pernah ada
Menetap dan merasakan terjalnya alur hidup
Bukan diatas, tetapi sedikit kebawah
Belum…belum menyentuh titik terbawah
Tidak terbayangkan menyentuhnya apalagi berteman dengan suasananya
Keluh, kusuh, dan tak berwarna
Maka dia sempat berpikir adilkah dunia ini diciptakan
Mengapa ada si kaya dan ada si miskin
kenapa semua tidak diciptakan sama rata
maka pertanyaan ini tidak akan pernah terjawab, pikirnya
Ini yang terjadi, ini yang harus dihadapi
Tak dapat dipungkiri karena hal itu ada di depan mata saat ini
Pikirannya makin bimbang tak terarah
Tak ada satu pun catatan liar yang memberinya arah
Keluarga? Bukan solusi yang tepat untuk saat itu
Ingat untuk saat itu
Ini berkutat pada jati diri dan jiwa yang ada pada saat itu
Bagaimana dia mengontrolnya dan memberinya pemantik untuk hidup lagi
Sebenarnya hati dan jiwanya belum mati
Mereka hanya tidur untuk sementara
Tidur dengan mimpi yang membawanya tidak betah untuk meninggalkan mimpinya
Ketika semua itu dapat teratasi maka lain cerita
Kisahkan kembali semua, tetapi tak dari awal
Hanya melanjutkan dari cerita yang terpotong oleh mimpi
Mimpinya tidak bagus, tetapi bagus untuk melemahkan jiwa, Itu yang dialami olehnya
Saat ini jalannya mulai terang
Bukan nur yang diharapkan bukan pula rembulan menyentuh stupa
Hanya lentera
Ia pun tidak yakin awalnya karena ia pikir hanya akan menimbulkan kirana
Cerita berubah seketika ketika ia mencoba meyakini lentera itu
Ini keajaiban dari Yang Maha Kuasa
Tuntunan untuk merasakan lika liku hidupNYA
Alur ceritaNYA yang telah DIA buat untuk semua, khususnya pemuda ini
Dari ini semua ia merasakan betepa sulitnya belajar ilmu ikhlas dalam hidup
Sampai akhirnya ia mendapatkannya ilmu itu
Tetapi ternyata itu hanya dasar belum inti dimana menuntut yang lebih dahsyat lagi
Lentera yang menemani dia ternyata menuntunnya sampai ke tujuan
Dengan cahaya yang tidak melebihi 5 watt, lentera itu menjadi saksi bisu perjalanan pemuda itu
Bahkan sampai pemuda itu berdiri tegap tanpa ada rasa lelah lagi
Ini perjalanan yang tiada henti karena tatapa luas ke arah barat dari Negara ini
Baru saja ia rangkai
Mungkin perjalanan yang lebih melelahkan akan ia hadapi lagi di suatu saat nanti
Maka ia mencoba menjadikan ini semua tahap awal dari semua perubahan
Adrifaza Baraka, 6-01-2011
Langganan:
Postingan (Atom)