Kamis, 04 Agustus 2011

KOMPAS.com - Sebelum Taman Nasional Ujung Kulon ditetapkan, Sarija (66), warga Ujung Jaya, Kecamatan Sumur, lebih dulu menggarap lahan itu sebagai kebun. Ia dan ratusan warga desa tersebut telah berdiam di sana sejak lama dan terbiasa hidup berdampingan dengan badak jawa.

Sarija cukup terkenal di dunia perbadakan Ujung Kulon. Ia adalah warga lokal yang menjadi pemandu utama fotografer satwa liar Alain Compost saat berburu gambar di Ujung Kulon tahun 2001.

Perjalanan memasuki hutan selama berhari-hari dan penggunaan perahu kedap suara membuahkan hasil jepretan yang legendaris. Compost mendapatkan foto badak jawa (Rhinoceros sondaicus) sedang mandi di sungai. Sebuah adegan yang sangat jarang terekam.

Kini, lelaki beranak dua itu hanya duduk terpaku saat ekskavator meratakan lahan garapannya yang ditanami kelapa dan mangga, untuk dibangun pagar beraliran listrik.

Tetangga Sarija, Arman (70), juga kehilangan sebagian lahan garapan yang ditanami jagung. Ekskavator itu menerabas ladangnya yang akan dijadikan lahan konservasi badak berupa semacam "kandang".

Proyek pembuatan kandang yang disebut Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) itu dimulai 20 Juni 2011. Proyek bermula dari Pos Cilintang menuju Aermokla sejauh 5 kilometer melintasi kebun warga dan hutan.

Masyarakat berkorban

Eko Cahyono, aktivis Sajogyo Institute (Sains), menuturkan, masyarakat lokal banyak yang tinggal bertautan dengan areal Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Dari sekitar 261,61 hektar lahan garapan masyarakat, sekitar 110 hektar di antaranya di Kampung Legon Pakis, Ujung Jaya, terserobot proyek itu. Lahan tersebut selama ini ditanami padi, kelapa, kopi, petai, melinjo, jengkol, dan mahoni.

Itu baru dari satu desa. Di sebelah timur TNUK, sekitar Gunung Honje, ada 15 desa di sekitar kawasan konservasi. Lahan mereka masih tumpang-tindih dengan areal TNUK, yang diklaim memiliki luas 78.169 hektar daratan dan 44.337 hektar lautan. Namun, proyek JRSCA seluas 3.000 hektar-4.000 hektar tersebut hanya bersentuhan dengan Desa Ujung Jaya.

Konservasi badak

Proyek JRSCA muncul karena badak jawa termasuk mamalia besar yang dilindungi dan langka. Fauna yang memakan pucuk daun (bukan rumput seperti badak india atau badak afrika) itu termasuk kategori daftar merah pada International Union for Conservation of Nature (IUCN), yakni satwa yang sangat terancam punah. Selain itu, masuk daftar Apendiks I CITES (sangat dilindungi).

Badak jawa ini pernah ada di seluruh Pulau Jawa, Sumatera, hingga Indochina. Di Vietnam, jumlahnya tinggal 8 ekor dan berada di Cagar Alam Cat Loc, berdekatan dengan Taman Nasional Cat Tien. Di Indonesia, menurut data Kementerian Kehutanan, selama 30 tahun terakhir jumlahnya hanya 50 ekor hingga 60 ekor. Namun, pengamatan WWF Indonesia menggunakan kamera tersembunyi hanya menangkap gambar 29 ekor badak jawa di TNUK.

Selain badak jawa, di TNUK berdiam sekitar 500 ekor banteng jawa (Bos javanicus), macan tutul (Panthera pardus), owa (Hylobates moloch), rusa (Cervus timorensis), kijang (Muntiacus muntjak), kancil (Tragulus javanicus), jelarang (Ratufa bicolor), dan ajag (Cuon alpinus). Ini membuat kawasan konservasi di ujung barat Pulau Jawa tersebut—bersama Cagar Alam Krakatau—ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia yang ditetapkan UNESCO pada tahun 1991.

Hampir seluruh perhatian pencinta mamalia kini tertuju pada badak jawa yang sudah sulit dilihat secara langsung. Saat memasuki hutan, biasanya orang hanya menjumpai jejak kaki, kotoran, bekas makanan, serta kubangan hewan yang berbobot 900 kilogram-2.300 kilogram dan panjang 2 meter-4 meter serta tinggi 1,5 meter tersebut.

"Badak itu pemalu dan memiliki penciuman serta pendengaran yang tajam. Mereka akan menghindar ketika radarnya menangkap keberadaan manusia," kata Marcellus Adi, dokter hewan yang 20 tahun aktif dalam konservasi badak.

Sulitnya badak dijumpai menjadi salah satu alasan pembangunan JRSCA. International Rhino Foundation, Yayasan Badak Indonesia, dan Balai TNUK sedang membangun JRSCA dengan pertimbangan untuk memudahkan pengamatan demi peningkatan populasi badak jawa.

Dibagi tiga

JRSCA dibangun di tengah kawasan TNUK dengan batas laut di sisi utara dan selatan. Adapun di timur dari Cilintang menuju Aermokla dibangun pagar beraliran listrik sepanjang 20 kilometer, demikian pula di barat dari Pos Laban menuju Karang Ranjang sejauh 2 kilometer. Pagar JRSCA membagi TNUK menjadi tiga bagian, Semenanjung Ujung Kulon, JRSCA, dan Gunung Honje.

Guru Besar Ekologi Satwa Liar dari Institut Pertanian Bogor Hadi S Alikodra mengingatkan, pemagaran bisa menjadi bumerang. Hal itu karena maksud hati ingin meningkatkan jumlah badak, tetapi badak dan hewan lain bisa mati karena areal jelajahnya dibatasi. Kebiasaan fauna makan di suatu lokasi akan terhambat oleh pagar beraliran listrik sehingga mereka akan kelaparan.

Pemilik proyek ini, Yayasan Badak Indonesia, melalui ketuanya, Widodo Sukohadi Ramono, meyakini bahwa pembangunan JRSCA bisa meningkatkan jumlah badak. Ia menyebutkan tiga faktor bisa diatasi dengan pembuatan JRSCA, di antaranya adalah mencegah penyakit akibat penularan kerbau kepada badak serta menghilangkan langkap (palem-paleman yang menjadi gulma dan mengurangi persediaan makan).

Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan Darori mengatakan bahwa pembangunan JRSCA bertujuan meningkatkan populasi badak jawa yang populasinya minus 0,7 persen setiap tahun.

Berdasarkan camera trap tahun 2011, badak jawa hanya ditemukan 19 ekor yang terdiri dari 16 badak jantan dan 3 badak betina. "Harapan kami, dengan dilaksanakannya program JRSCA ini, populasi badak jawa tidak akan punah dan justru akan bertambah," kata Darori.

Pemerintah rupanya mengambil pelajaran berharga dalam konservasi harimau bali dan harimau jawa yang musnah karena sebelumnya tidak dilakukan upaya konservasi secara serius dan intensif.

Upaya konservasi badak jawa tentu saja pantas didukung. Meski demikian, langkah yang dilakukan harus tepat dan efektif serta melalui kajian yang mendalam agar bisa meningkatkan populasi badak jawa. Jangan sampai, pengorbanan yang sudah diberikan masyarakat serta pengorbanan TNUK tidak sesuai dengan harapan. Kini harapan tinggal digantungkan kepada mereka.(Ichwan Susanto)

Minggu, 10 Juli 2011


incredible, immeasureable, dan tak tersentuh oleh akal (7 juli 2011)
ya, hari ini, semua kegiatan yang aku lakukan luar biasa manfaatnya. Baik itu buat aku atau pun orang lain. Semua kegiatan ini benar-benar tak dirancanakan dari awal. Bahkan menyusunnya pun tak terpikirkan. Semua berjalan secara otomatis seperti telah diatur dan ditentukan. Tidak ada cara lain lagi selain menceritakannya. Pertama, setelah bangun tidur seperti biasa aku melakukan aktivitas keseharianku bereskan kamar, sarapan, lalu sedikit merengangkan otot dan melatihnya. Setelah rutinitas itu aku lakukan, aku bersiap untuk sedikit membaca buku pelajaran untuk menyicil UAS yang tinggal 2 minggu lagi. Sekitar 2 jam waktu aku sisihkan untuk itu dan aku sudah merasa bosan di kamar ukuran sebesar 3x4, lalu aku bersiap ke kampus tercinta yang selalu penuh dengan berbagai macam kegiatan. Niatnya ingin mengambil kekurangan uang untuk menyelesaikan semua tanggung jawabku di EMIX9. Setelah shalat dhuha sebentar, aku berangkat. Ditengah jalan aku bertemu anak pembawa Koran yang kebetulan hamper tiap pagi aku bertemu dengannya. Seperti biasa hal yang aku lakukan memberinya sedikit uang jajanku kepadanya, tapi aku tidak membeli daganganya. Ya, harapannya dia bias menjualnya ke yang lain. Sampai di kampus, orang yang aku tunggu ternyata ada kelas dan baru bias keluar jam 1-an. Kalau saja aku tahu, lebih baik aku istirahat, itu yang ada dalam pikiranku saat itu. Akan tetapi, Allah berkeinginan lain kepadaku. Ya, Sandi, manajemen 2008, ketua HMI FEUi mengajak aku untuk hadir dalam LK 1 HMI dengan pembicara Prof. Dr. Anwar Nasution. Hari yang luar biasa untukku. Tak disangka. Diruangan yang tidak terlalu besar, ya diskusi yang berjalan lancer, aku benar-benar mendapatkan suatu hal yang luar biasa dengan beliau. Mulai dari ilmu ekonomi, etika beliau, pengalaman, kesantunan, cita-cita, harapan untuk bangsa yang lebih baik, intropeksi diri, integrasi, focus dalam mendalami sesuatu, dan banyak hal lainnya walaupun dia sangat tegas dalam menyampaikannya yang sedikit membuat suasanan ruangan yang diisi 10 sampai 12 orang saja termasuk aku menjadi sedikit tegang. Selesai menghadiri acara itu, tidak lama kemudian aku makan siang di tempat biasa. Hari itu, benar-benar lain sekali, suasan sangat sepi ddan sepertinya memang dibuat lancer dan nyaman untuk aku menjalankan semua aktivitasku. Selesai itu, aku bertemu dengan orang yang sudah terikat janji denganku. Selesai dengan urusan dan kewajibanku, aku menunggu waktu untuk ta’lim dengan mapres FEUI dan UI yang sebentar lagi calon mapres Nasional di labkom. Seperti biasa, aku mendapatkan banyak film yang dapat menginspirasiku untuk mendapatkan turning point dalam jalanku. Akhirnya tiba waktu untuk ta’lim walaupun dia terlambat tapi tetap saja dia adalah orang yang tepat janji. Dari sini, terbukti kata-kata prof. Dr. Anwar Nasution. Setiap kali kita memegang teguh apa yang kita pegang, itu akan selalu berbuah manis. Ya, dan sekarang ada satu contoh orang yang nyata dihadapanku. Setiap kali aku dihadanpannya, aku selalu bingung untuk bergerak. Ya, aku ingin seperti dia, dapat mengwujudkan semua mimpinnya meskipun cita-cita kita berbeda, tetapi itu dapat dijadikan suatu pemantik untuk jiwa. Dia akan melanjutkan sekolah ke Singapore, aku juga bisa melanjutkan sekolahku ke eropa. Itu mimpiku. Ya aku harus bisa. Aku akan memegang teguh itu dan ingat jangan pernah melakukan sedikit kesalahan sedikit pun dalam perjalanan itu. Singkat cerita hari itu dia akan pergi dan menjadi pertemuan terkahir kita dalam ta’lim. Setelah peristiwa itu beralalu, niatnya aku ingin makan malam dan pulang. Akan tetapi, ada rencana lain lagi yang DIA kehendaki. Hahaha, malam itu menjadi saksi dan ini adalah rangkaian kegiatan terakhir dari aktivitasku hari ini. Yang, FEUI 2008, lugas, singgih, dito, aku, yogi, dan ilvan. Ya ya ya, obrolan anak muda yang sedang melihat masa depannya masing-masing. Selain itu, kita juga membicarakan khalayan-khalayan di masa depan tentang pendaping hidup. Ya, semua terjadi begitu spontan. Tak terduga. Sampai selesai, pembicaraan kami hanya penghibur dari semua penat hari itu untuk relaksasi kita semua. Kesimpulan dari cerita ini adalah saat kamu mengisi semua aktivitas kamu dengan semua hal yang positif dan bermanfaat serta kamu senang menjalankannya maka itu akan berkahir bahagia. Ada satu hal yang unik saat itu, semua terangkum dan tersimpan dalam kamera digitalku yang tak sengaja aku bawa hari itu.

Minggu, 19 Juni 2011

tentang hidup

jika selama ini Anda menjalani hidup Anda dengan biasa-biasa saja, saat ini Anda harus mengubah juga. tak ada waktu lagi untuk berpikir-pikir lagi tentang apa yang Anda mau pilih. lihat, pantau, target, dan tembak itu yang harus Anda lakukan saat ini. jadilah seperti seorang sniper dari marine US dimana kekasihmu hanyalah hilda si senjata. temanamu adalah lalat yang menggoda saat kamu memfokuskan targetmu. ini bukan hal untuk diceritakan, tetapi ini merupakan pengalaman. seberapa kuat Anda menahan terjangan dari badai kehidupan akan diukur ketika DIA berkehendak jauh dari harapanmu. seberapa kuat imanmu kepadaNYA akan diukur saat dirimu mencapi titik kulminasi terendah dalam hidupmu. tak ada lagi harapan. tak ada lagi bantuan. tak ada satupun yang dapaat menolong kecuali dari dalam dirimu sendiri. gambaran situasi ini mudah saja. ketika itu terjadi, dirimu sedang berada pada lembah terbawah. tak ada alat bantu untuk mendaki tebing curam yang tajam. satu-satunya cara adalah kamu harus menaikinya secara perlahan dan hati-hati. kenapa? karena ketika kamu terjatuh lagi, kamu akan mengulanginya dari awal. just simple!

saat itu pula kamu tidak dapat memilih kondisi terbaik dari dirimu saat itu. seperti ada pertanyaan "berapa jumlah daun yang ada pada pohon yang sedang menranggas?"
tetap semangat, tetap yakin terhadap semua keputusanNYA, tetaplah mengejar mimpi yang telah dirangkai, dan tunjukan pada mereka kalau kita belum "tamat"

Selasa, 14 Juni 2011

Setelah bertempur hebat pada 'Merah Putih' dan 'Darah Garuda' kemarin, kini rilekser akan kembali disajikan sebuah film epik trilogi perjuangan terakhir para pejuang kita di 'Hati Merdeka'.

Dijadwalkan, film yang disutradari oleh Yadi Sugandi dan Conor Allyn itu akan segera dilempar ke bioskop pada 9 Juni 2011 mendatang. Bagian ketiga dan terakhir dari Trilogi box office film perang Merah Putih ini dipersembahkan oleh PT. Media Desa Indonesia dan diproduksi oleh Margate House Films.



Proses Syuting Hati Merdeka

Dikemas lebih besar dengan muatan action lebih banyak dibandingkan dengan Darah Garuda yang diputar tahun lalu, Hati Merdeka akan mengajak kalian semua untuk melihat para pahlawan kita menghadapi pertempuran laut, melarikan diri dengan berkuda, konflik internal, tank, dan senapan pelontar api dalam perjalanan epik mereka ke Bali untuk melacak penjahat perang Belanda yaitu Kolonel Raymer yang hidup di camp tentara pada masa pendudukan Jepang selama Perang Dunia II.

Menghadirkan Donny Alamsyah (Fiksi, 9 NAGA, GIE), Rahayu Saraswati (Merah Putih), T. Rifnu Wikana (Kado Hari Jadi, Laskar Pelangi), Lukman Sardi (Quickie Express, GIE), Astri Nurdin (Merah Putih, Sehidup Tak Semati), Darius Sinathrya (Ungu Violet, D'Bijis, Naga Bonar Jadi 2), dan memperkenalkan Nugie serta Ranggani Puspandya, sebagai pemberontak Bali dalam film ini.

Dikemas dalam film 35 mm dan berdurasi 97menit, Hati Merdeka berhasil menyatukan para ahli terbaik di bidang efek khusus dan teknis dari Hollywood films. Seperti Koordinator Efek Khusus Adam Howarth (Saving Private Ryan, Blackhawk Down) dan Ahli Persenjataan John Bowring (The Thin Thin Red Line, Australia, Wolverine), dan Koordinator Pemeran Pengganti Scott McLean (The Pacific, Matrix).

Sekedar informasi tambahan, dua dari film trilogy ini yang sudah keluar di pasaran, Merah Putih dan Darah Garuda, telah diputar di berbagai festival film internasional seperti di Cannes, Berlin, Pusan, Dallas, Los Angeles, Amsterdam, Mumbai dan Bangkok dan meraih sukses besar, memenangkan penghargaan untuk Film Terbaik, Aktris Terbaik, Sutradara Terbaik, People’s Choice dan banyak lagi nominasi lain seperti Aktor Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik, Pendatang Baru Terbaik untuk para pemeran film ini seperti Donny Alamsyah, Lukman Sardi, Rahayu Saraswati dan Aldy Zulfikar. (Ezz/foto:Kaskus)
adri faza - Precisionist

A perfectionist, adri is very willing to expend the effort to achieve high quality results. Because he works so carefully, he tends to be sensitive to criticism. adri tends to gather a great deal of information before making choices. He believes that if everyone would process information in the same way as he does, a better level of quality would be maintained.

Recognizing the value of a good relationship, adri is very patient and caring when relating to others. He is even-paced; and adri usually remains calm and relaxed, even in situations that may ruffle some others. He likes the role of a peacemaker, when working through problems, adri tries to rely on successful strategies that have proven results.

Because he cares about how others feel, adri may feel uncomfortable making decisions that strongly affect others. He typically encourages others to be involved in the decision making process and prefers to work in a team role. Others tend to see adri as agreeable and humble.

adri usually avoids being the center of attention. He tends to pick his friends carefully and is usually cautious and not overly "open" to strangers. adri may sometimes come across as being skeptical of what others tell him they will do, but once a person has proven their reliability, adri is willing to invest more time and trust in the relationship.




adri is a systematic thinker who tends to follow procedures in both personal and business life. Proceeding in an orderly, predetermined manner, he is precise and attentive to detail. adri acts in a highly tactful, diplomatic fashion and rarely antagonizes his associates consciously. He is extremely conscientious, adri painstakingly requires accuracy in work and maintains high standards. He may tend to get bogged down in details, particularly when decisions must be made. adri wants standard operating procedures and no sudden changes.

As a Precisionist, adri likes a protected and secure environment governed by rules and regulations. He likes people, but prefers a few close friends to many who aren't as close. adri prefers small groups rather than a crowd. He will be correct most of the time due to how precise he is. adri may be overly sensitive and perhaps doesn't handle critique well. He may need to develop confidence and be more independent. He tends to be very concerned about what people think of him and he avoids conflict.

Exactness is imperative in everything adri does. He can be counted on to carry out any tasks correctly. adri wants exact facts and figures before he will make a decision; he feels uneasy when forced to make a quick decision. adri will often keep feelings to himself. Others may not be aware of his strong beliefs. adri will not blow up easily, but after a point everyone will know his feelings. adri wants a steady environment, which promotes security. This is true for home and work environments, as the more stable the environment, the happier he will be.

Your C and S plotted above the midline, your style is identified by the keyword "Precisionist"

General Characteristics
• Careful; Thinking things through
• Possessive; Sensitive
• Slow to make changes; Predictable
• Uses defensive strategies when confronted

Value To Team
• Reliable & Dependable; Analytical
• Loyal team worker; Steady
• Compliant towards authority
• Calculated risk taker; careful
• Will take task from beginning to end

Possible Weaknesses
• Resists change; too predictable
• Takes a long time to adjust to change
• Holds a grudge; sensitive to criticism
• Overly using traditional means for problem solving

Greatest Fear
• Being criticized, especially by a close friend or relationship

Motivated by
• Recognition for loyalty and dependability
• Approval of their high quality work
• Orderliness and neatness
• Activities I can start and finish

My Ideal Environment
• Practical procedures and systems
• Stability and predictability
• Tasks that can be completed at one time
• Neat and orderly
• A team atmosphere

Remember, a Precisionist may want:
• Security in situations, sincere appreciation, repeated work patterns, time to adjust to change, limited territory of responsibility, identification with group, areas of specialization, clear definitions of their roles.

When communicating with a Precisionist, DO:
• Create a favorable environment: personal and agreeable.
• Express a genuine interest in them as a person.
• Provide them with clarification for tasks and answers to "how" questions.
• Be patient in drawing out their goals.
• Present ideas or departures from current practices in a non-threatening manner; give them time to adjust.
• Clearly define goals, procedures and their role in the overall plan.
• Assure them of personal follow-up support.
• Explain how their actions will minimize the risks involved and enhance current procedures.

When communicating with a Precisionist, DON'T:
• Be pushy, overly aggressive, or demanding
• Be too confrontational or critical of their actions

*While analyzing information, a Precisionist may:
• Be openly agreeable buy inwardly unyielding
• Internalize their concerns and doubts
• Hesitate to share feedback during presentations
• Slow down the action
• Require additional information and supporting materials

Precisionists possess these positive characteristics in teams:
• Adds a sense of continuity to the team
• Participative managers - accomplish goals through personal relationships
• Make others feel like they belong
• Show sincerity
• Can see a process for doing things
• Focused and intuitive about people and relationships
• Full of common sense
• Buy into team goals if the "why's" are explained
• Dependable and unvarying
• Identify strongly with the team
• Strive to build relationships
• Good at completing their tasks
• Consider elements of a total project
• Realistic and practical
• Even-tempered
• Provide specialized skills
• Show patience with others
• Loyal

Personal Growth Areas for Precisionists:
• Be more open to change
• Be more direct in your interactions
• Focus on overall goals of the team rather than specific procedures
• Deal with confrontation constructively
• Develop more flexibility
• Increase pace to accomplish goals
• Show more initiative
• Work at expressing your thoughts, opinions and feelings


How you Communicate with Others

We have just reviewed the dos and don'ts of communication with your specific style. After reviewing this section of the report, you may now feel, "Yes, this is what I would like. This is how I wish people would treat me and work together to give me the information that is important to me." Equally important is that you now see that THE WAY SOMETHING is said can be as important to what is said. And unfortunately, we all have a tendency to communicate the same way that we like to hear something, instead of the way we need to verbalize.

Your style is predominately a "C" style, which means that you prefer receiving information that gives you enough details to make an informed decision. But, when transferring that same information to a client or co-worker, you may need to translate that into giving them just the end results, or even telling them in a manner that is more experiential and less detail oriented. More detail may not necessarily be better when communicating to some other personality styles.

This next section of the report deals with how your style communicates with the other three dominant styles. Certain styles have a natural tendency to communicate well, while certain other styles seem to be speaking different languages all together. Since you are already adept at speaking your "native" language, we will examine how to best communicate and relate to the other three dominant languages people will be using.

This next section is particularly useful for a dominant "C" style as you may have the tendency to give many facts and details, while others are making decisions based more on their "gut" reaction, or on one or two of the most important details.




adri's PowerDISC(tm) Traits

INFLUENCING

Influencing and delegating to others is not exactly the role you desire most, but if it is an occasional part of what you need to do, you accept it. You prefer to be recognized as a part of a group rather than receiving individual recognition.

DIRECTING

You were probably just selected to oversee yet another project, especially one that has a tight deadline. Your team values your work ethic. You may appear a bit distant at times, but your attention to detail and your inner drive causes others to respect you and to see the great value you add to the team. But learn to take time to get to know other team members; time invested in relationships is not time wasted.

PROCESSING

You are probably overloaded with work because you hate to delegate; you tend to do most things yourself. You believe that for something to be done right, you need to do it. Train others around you to work to your own high standards and delegate to them. Although it may take longer initially, you will be helping others to achieve and grow more. Be willing to accept change and understand it may be necessary for growth and security.

DETAILING

You need to live life and be more spontaneous in things you do. You tend to over-analyze details to the point of not doing anything at all about the situation. You tend to always be operating under the "Ready, Ready, Ready" approach. Try "Ready, Aim, Fire!" Decide to do something fun and spontaneous, make a new friend or go somewhere new and exciting.

CREATING

You are very unique in that you have the combination of tremendous people skills and orientation to detail. You can articulate well in many different areas. You use your communication skills to make sure that each area of a project will get done in the proper order and manner. High quality work is a standard you maintain in all you do.

PERSISTING

You are a strong, steady worker who wants to do quality work. Sometimes you may begin to look at other alternatives to completing a project when the going starts getting rough. Remember not to quit nor lose focus on what you have started.

RELATING

You tend to be task-oriented, but know that people and relationships cannot be ignored. You may get caught up in getting things done, but you make up for that by taking time to nurture close relationships.





adri's Key Personality Trait Summary Page

The traits listed on this page are based upon a statistical analysis of personality traits displayed by individuals with similar styles. Over the years, thousands of individuals have responded to DISC surveys, and the characteristics of their personalities have been tabulated and recorded. The keywords that are listed below are the traits that are most often observed in people whose style is similar to yours, although you may or may not exhibit these specific traits.

This page is designed to provide a single page, simple summary of the key elements of your style. This information will be quite valuable to individuals with whom you must communicate on a regular basis, for example managers, employees, teachers, family members, or members of social groups. You might consider using this page as a discussion guide regarding how to maximize communication in your relationship.

Sabtu, 11 Juni 2011

REPUBLIKA.CO.ID, Hampir semua rumah peninggalan Belanda di kawasan Jalan Pandean, Surabaya masih asli. Antara satu rumah dan rumah lainnya nyaris tak ada berbeda, bentuk, model, dan coraknya bergaya kolonial. Sejak dulu, tidak ada yang spesial di kampung itu. Namun akhir - akhir ini, warga dikejutkan dengan penelitian yang menggemparkan.Tidak hanya bagi warga setempat, masyarakat Indonesia pun dibuat tercengang dengan penemuan bahwa rumah kelahiran Soekarno, Presiden pertama RI yang juga Sang Proklamator, berada di sebuah gang sempit yang berukuran tidak lebih dari tiga meter di Kota Pahlawan, Surabaya. Bukan di Blitar sebagaimana yang diketahui masyarakat Indonesia selama ini.Bung Karno dilahirkan di Surabaya, tepatnya di sebuah rumah kontrakan Jalan Lawang Seketeng, sekarang berubah menjadi Jalan Pandean IV/40. Ayahnya Raden Soekemi seorang guru sekolah rakyat dan ibunya Ida Ayu Rai seorang perempuan bangsawan Bali."Setelah kami lakukan penelitian dan melalui kajian cukup lama, ternyata rumah kelahiran Soekarno bukan di Blitar, melainkan di Surabaya," ujar Ketua Umum "Soekarno Institute", Peter A Rohi.Ukuran bangunan rumah itu 6x14 meter. Terdiri dari satu ruang tamu, satu ruang tengah yang biasa ditempati keluarga bersantai, dan dua kamar. Di belakang ada dapur yang terdapat juga sebuah tangga kayu untuk naik ke lantai dua. Di lantai atas tersebut, hanya digunakan untuk menjemur pakaian."Dari dulu, ya seperti ini. Kami tidak mengubahnya, atau merenovasi," ujar Siti Djamilah, pemilik rumah saat ini.Ia mengaku menempati bangunan itu sejak 1990. Ketika itu, ia ikut kedua orangtuanya. Kakak Djamilah dan suaminya, H. Zaenal Arifin juga menetap rumah itu.Kemudian, 1998 Djamilah menikahi Choiri. Setelah kedua orang tua Djamilah meninggal, mereka hanya tinggal berempat. "Kami tidak menyangka bahwa rumah ini adalah tempat kelahiran Bung Karno. Sebuah kebanggaan dan anugerah karena kami tinggal di rumah tokoh kelas dunia. Tidak hanya presiden, tapi seorang yang patut menjadi teladan bangsa Indonesia," tutur Choiri, suami Djamilah."Kami sudah melalui kajian dan penelitian panjang sejak masa reformasi. Bahkan penelitian juga kami lakukan di Belanda. Buku-buku sejarah masa lalu juga membuktikan bahwa di Surabaya inilah Bung Karno dilahirkan. Syukurlah sekarang bisa diresmikan," ujar Peter A. Rohi."Di Jakarta ada prasasti Barack Obama, padahal dia Presiden Amerika Serikat. Masak Presiden Indonesia tidak ada prasastinya? Kami memasangnya di rumah kelahiran Soekarno," katanya, menambahkan.Pasang Prasasti
Dijelaskan Peter, pemasangan prasasti digelar 6 Juni 2011 karena disamakan dengan tanggal kelahiran Soekarno, yakni 6 Juni 1901. Peter menyayangkan sikap pemerintah yang menyatakan bahwa Soekarno lahir di Blitar. Padahal, kata dia, berbagai buku-buku sejarah dan arsip nasional ditegaskan bahwa Soekarno dilahirkan di Surabaya.Ia berani menunjukkan puluhan koleksi buku sejarah yang menuliskan kelahiran Soekarno. Di antaranya, buku berjudul "Soekarno Bapak Indonesia Merdeka" karya Bob Hering, "Ayah Bunda Bung Karno" karya Nurinwa Ki S. Hendrowinoto tahun 2002, "Kamus Politik" karangan Adinda dan Usman Burhan tahun 1950.Lainnya, "Ensiklopedia Indonesia" tahun 1955, "Ensiklopedia Indonesia" tahun 1985, dan "Im Yang Tjoe" tahun 1933 yang sudah ditulis kembali oleh Peter A Rohi dengan judul "Soekarno Sebagi Manoesia" pada tahun 2008."Bahkan mantan Kepala Perpustakaan Blitar sudah mengakui bahwa Soekarno tidak dilahirkan di Blitar, melainkan di Surabaya," tuturnya. Pihaknya berharap, ke depan masyarakat Indonesia lebih mengetahui dan mengakui bahwa kota kelahiran Soekarno yang selama ini dikenal adalah keliru."Dulu pascatragedi G30S/PKI, semua buku sejarah ditarik dan diganti di Pusat Sejarah ABRI pimpinan Nugroho Notosusanto. Tapi saya heran, kenapa ada pergantian kota kelahiran Soekarno? Semoga pemerintah ke depan sudah mengakui bahwa lahirnya presiden pertama Indonesia ada di Surabaya," papar Peter.Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga mengaku sangat yakin bahwa Bung Karno bukan dilahirkan di Blitar. Pihaknya juga telah mengirim surat ke Pemerintah Pusat untuk meluruskan persoalan ini dan optimistis pemerintah mengakuinya."Kami masih menunggu respon dari Pemerintah Pusat. Tapi tahun 2010, walikota Surabaya saat itu, Bambang DH, sudah menandatangani prasasti sekaligus mengirimkan surat ke pemerintah pusat," tutur Tri Rismaharini.Jadi Museum
Menurut Risma, pihaknya sudah menemui keluarga pemilik rumah, Choiri, agar bersedia menjualnya dan akan dijadikan museum atau tempat cagar budaya."Saya sudah memberikan tugas kepada Dinas Pariwisata Kota Surabaya untuk negosiasi harga dengan pemilik rumah. Nantinya rumah kelahiran Bung Karno akan dijadikan museum dan untuk kawasan sejarah," ujar Tri Rismaharini ketika ditemui di sela pemasangan prasasti dan peresmian rumah kelahiran Bung Karno, Senin (6/6).Sayang, orang nomor satu di Surabaya tersebut enggan menyebutkan anggaran yang dikeluarkan. "Harga masih negosiasi. Saya sudah minta ke Bu Wiwik (Kepala Dinas Pariwisata) untuk mengalokasikan dana dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Kota Surabaya. Lebih bagus lagi kalau masih ada barang-barang aslinya, agar bisa menceritakan ke anak-anak bahwa di Surabaya Bapak Proklamator dilahirkan," tutur Risma.Sementara itu, keluarga Bung Karno, Prof. Haryono Sigit, mengakui bahwa orangtua Bung Karno pernah tinggal di rumah itu. Ia juga menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk mengelola rumah tersebut. "Mau diapakan rumah itu, bukan wewenang saya. Saya serahkan ke Pemkot," tukas mantan Rektor ITS Surabaya tersebut.Direktur Utama Surabaya Herritage, Freddy H Istanto mengatakan, jika nantinya rumah kelahiran Soekarno dijadikan museum maka yang harus diperhatikan adalah sistem pengelolaannya.Choiri, selaku pemilik rumah mengatakan, secara prinsip pihaknya tidak mempermasalahkan dan siap menjual rumahnya ke Pemkot Surabaya. Terkait harga, ia mengaku masih melakukan negosiasi untuk menentukan harga yang pas. "Tapi kami masih banyak saudara kok di Surabaya, sambil mencari rumah, kami mungkin tinggal di rumah saudara dulu," timpal Djamilah.

Sabtu, 04 Juni 2011

Rabu, 25 Mei 2011

Jika selama ini Anda sering mendengar diabetes tipe 2 yang dipicu oleh pola hidup tidak sehat, apakah Anda mengetahui tentang diabetes tipe 1? Apa penyebabnya dan bagaimana efeknya terhadap penderitanya? Wanita kelahiran Bronx, Sonia Sotomayor yang menjadi calon Ketua Mahkamah Agung di Amerika Serikat diketahui mengidap penyakit diabetes tipe-1 hampir sepanjang hidupnya. Para Ahli mengatakan, penyakit itu tidak akan mempengaruhi pengabdiannya selama dikontrol dan dimonitor dengan baik seperti dilansir oleh foodconsumer.org, baru-baru ini.

Sotomayor didiagnosa mengidap diabetes pada usia delapan tahun yaitu pada tahun 1960-an. Ketika itu diagnosa semacam itu dianggap akan mengubah kehidupan seseorang. Para pasien tidak diharapkan dapat menjalani hidup produktif atau berumur panjang karena efek samping yang dapat disebabkan penyakit itu.

Namun berbagai perkembangan dan pengobatan selama 30 tahun belakangan, berhasil membuahkan harapan lebih baik untuk para pasien diabetes tipe 1.

Sebuah studi di Prancis yang dipublikasikan pada tahun 2008 lalu pada SpringerLink berhasil mengungkap, gaya hidup dari para pasien diabetes tipe 1 yang berhasil menjalani hidup selama 50 tahun.

"Harapan hidup dari para pasien diabetes tipe 1 terus meningkat. Seiring dengan semakin membaiknya pengobatan sehingga bisa mengurangi terjadinya komplikasi," ujar Dr J.J. Alman dan rekan peneliti.

Diabetes tipe 1 atau seringkali disebut diabetes yang sering dialami anak-anak, menjangkiti sekitar 3 juta orang di Amerika, berdasarkan data dari American Diabetes Association.

Para ahli tidak mengetahui apa penyebabnya dan hingga kini belum ada obatnya. Kemungkinan penyebabnya adalah genetik, virus atau masalah daya tahan tubuh.

Pada diabetes tipe 1, sel pada pankreas memproduksi insulin sangat sedikit bahkan tidak sama sekali. Insulin yaitu hormon yang membuat gula atau glukosa dapat memasuki sel tubuh.

Tanpa insulin yang cukup, glukosa tidak dapat memasuki sel tubuh, justru akan memasuki aliran darah. Padahal tUbuh tidak dapat menggunakan glukosa untuk energi sehingga tingkat glukosa dalam aliran darah akan sangat tinggi. Diagnosa

Beberapa gejala dari diabetes tipe 1 menurut informasi dari National Institute of Health antara lain sakit abdominal atau dibagian perut, tidak mengalami menstruasi, pusing, sering merasa haus, sering buang air kecil, mual, muntah dan menurunnya berat badan yang berseberangan dengan meningkatnya nafsu makan. Diagnosa diabetes tipe 1 dilakukan dengan menggunakan beberapa macam tes darah pada waktu yang berbeda dengan kondisi yang berbeda, dokter akan melihat kadar gula darah pasien. Tes khusus yang disebut Tes Ketone juga biasa digunakan untuk mengidentifikasi diabetes tipe 1. Ketone diproduksi dari beberapa bagian dari lemak dan otot yagn bisa berbahaya pada tingkat yang sangat tinggi. Hasil dari Tes Ketone bisa dilihat dari sampel urin.

Untuk perawatan diabetes tipe 1 yaitu sesegera mungkin terutama mengobati tingginya kadar gula darah. Pasalnya, diabetes tipe 1 dapat datang tiba-tiba dan gejalanya bisa langsung parah. Untuk yang baru terdiagnosa sebaiknya dirawat sementara di rumah sakit.

Tujuan dari pengobatan diabetes tipe 1 yaitu memperpanjang usia harapan hidup, mengurangi gejal-gejala serta menghindari komplikasi dari diabetes seperti gagal ginjal, serangan jantung hingga amputasi anggota badan.

Rekomendasi yang diberikan oleh para ahli untuk penderita diabetes tipe 1 yaitu melakukan tes gula darah sendiri dengan hati-hati, pengetahuan yang cukup, berollahraga teratur, perawatan kaki, penggunaan insulin, pengaturan makanan dan berat badan.

Untuk penggunaan insulin, para penderita diabetes tipe 1 tak bisa terhindar untuk menggunakannya setiap hari. Insulin akan menurunkan kadar gula darah, dengan membantu glukosa keluar dari aliran darah dan memasuki sel tubuh.

Insulin biasanya disuntikan dibawah kulit. Pada kasus tertentu, sebuah pompa khusus akan mengatarkan insulin secara berkala. Insulin tidak dapat diperoleh dalam bentuk pil.

Lebih dari satu jenis insulin dapat dicampur bersama dalam satu suntikan untuk mengontrol gula darah. Semua itu harus diberikan dalam suntikan sekitar satu hingga empat kali per hari.

Untuk anak-anak yang masih kecil, biasanya penyuntikan dilakukan oleh orangtua atau orang dewasa lainnya. Namun pada usia 14 tahun, sebagian besar anak diharapkan dapat menyuntik insulin sendiri. (rin)
Pada orang dengan diabetes tipe-1, sel-sel islet pankreas tidak lagi memproduksi insulin.
Jadi, masuk akal jika transplantasi pankreas akan menyembuhkan penyakit diabetes mereka.
Tapi terkadang pengobatan bisa menimbulkan dampak yang lebih buruk daripada penyakit itu sendiri.
Tubuh memiliki sistem yang kompleks dan rumit untuk mengenali bagian-bagian baik dari dalam maupun bagian-bagian yang dianggap asing atau dari luar.
Agar tubuh tidak menolak, dokter akan berusaha untuk mencocokkan protein darah yang disebut human leukocyte antigen (HLA) type dari donor dan penerima.
Pasien dengan transplantasi organ harus mengonsumsi obat imunosupresif untuk mencegah sistem kekebalan tubuh menyerang organ baru.
Efek samping obat-obatan ini mungkin lebih buruk daripada masalah yang disebabkan oleh diabetes, dan operasi itu sendiri pun merupakan masalah yang serius.
Satu hingga dua dari sepuluh orang yang mendapatkan transplantasi pankreas meninggal dalam satu tahun.
Namun, tetap ada orang-orang yang setelah melakukan transplantasi pankreas serta mengonsumsi obat imunosupresif kondisinya tidak memburuk, meskipun mengalami komplikasi berat karena diabetes.
Pasien yang sudah melakukan transplantasi pankreas tidak akan lagi mengalami diabetes sehingga pemberian insulin dan cek glukosa darah tidak lagi diperlukan.
Namun sayangnya, sekitar setengah dari jumah transplantasi pankreas ditolak oleh tubuh. Jika transplantasi gagal, orang tersebut akan menderita diabetes lagi.
Harus diingat bahwa transplantasi pankreas berguna hanya untuk orang dengan diabetes tipe-1.
Masalah utama pada orang dengan diabetes tipe-2 bukanlah kegagalan pankreas, tetapi ketidakmampuan tubuh merespon insulin dengan tepat.
Transplantasi Pankreas Sebagian
Selain seleksi yang ketat untuk mendapatkan donor pankreas yang cocok, ditambah dengan jumlah donor yang sangat sedikit, akhirnya membuat persediaan pankreas utuh semakin terbatas.
Oleh karena itu, seseorang dapat menerima donor sebagian pankreas dari anggota keluarga yang masih hidup.
Ketika seorang pasien diabetes berhasil menerima transplantasi ginjal dari seorang keluarga yang masih hidup, jika melakukan transplantasi pankreas sebagian pada waktu bersamaan biasanya akan berhasil.
Sebelum ginjal hasil transplantasi rusak karena diabetes, pencangkokan pankreas sebagian dari donor yang sama akan membantu mengontrol kadar glukosa darah dan melindungi ginjal baru dari kerusakan lebih lanjut.
Keberhasilan transplantasi akan lebih tinggi ketika jenis HLA antara pasien dan donor cocok.
Selain itu, transplantasi pankreas yang dilakukan bersamaan dengan transplantasi ginjal cenderung lebih berhasil dibandingkan hanya transplantasi pankreas saja.
Manfaat dan Risiko
Transplantasi pankreas lebih aman dilakukan pada orang yang tidak memiliki penyakit jantung atau penyakit pembuluh darah.
Sebelum melakukan transplantasi, dokter akan memeriksa sistem peredaran darah untuk melihat apakah kondisi pasien cukup sehat untuk menjalani operasi.
Operasi apapun yang akan dijalani, semakin baik kondisi kesehatan akan semakin baik pula pasien bisa menahan stres fisik karena operasi.
Efek samping yang mungkin timbul karena operasi biasanya adalah perdarahan dan infeksi. Obat imunosupresif memiliki efek yang keras pada tubuh, tetapi orang yang melakukan transplantasi harus mengonsumsi obat ini seumur hidup.
Azathioprine dan siklosporin, dua obat yang biasa digunakan, selain membuat pasien lebih mudah terkena infeksi juga memiliki efek samping lain.
Setelah operasi, pasien harus menghindari orang-orang yang mengalami infeksi, seperti pilek atau flu. Selain itu, pasien juga tidak boleh melakukan imunisasi tanpa memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu.
Selain dapat merusak ginjal, efek samping yang lainnya adalah meningkatkan risiko beberapa jenis kanker jika pasien menggunakan salah satu dari obat ini selama bertahun-tahun.
Sebuah penelitian terbaru (JAMA, 2003) menunjukkan bahwa pasien diabetes dengan fungsi ginjal yang masih bagus, tingkat harapan hidup bagi yang hanya menerima transplantasi pankreas lebih buruk dibandingkan tingkat harapan hidup pasien yang mengobati diabetes dengan terapi konvensional (insulin, diet, dll).
Oleh karena itu, keputusan untuk melakukan hanya transplantasi pankreas saja harus sangat hati-hati baik oleh pasien maupun dokter.
Karena tingkat keberhasilannya lebih rendah dibandingkan transplantasi pankreas dan ginjal secara bersamaan.
Transplantasi pankreas biasanya dilakukan hanya pada orang dengan diabetes tipe-1 yang sudah mendapatkan transplantasi ginjal.[]

Kamis, 28 April 2011

jika kamu bersedia berkorban untuknya, itu bukan cinta tapi pengorbanan.

jika kamu ingin selalu di sampingnya, itu bukan cinta tapi kesepian.

jika kamu ingin memilikinya, itu bukan cinta tapi ambisi.

jika kamu ingin memilikinya disaat semua orang tak memilikinya, itu bukan cinta tapi kesetiaan.

jika kamu hanya menerimanya, itu bukan cinta tapi kasihan.

jika kamu merasa gugup hingga tak mampu mengeluarkan kata saat bertemu, itu bukan cinta tapi kagum.



jika kamu menerima kekurangannya karena sifatnya,itulah cinta!

jika kamu menangis disaat ia terluka, itulah cinta!

jika kamu bersama orang lain tapi masih memikirkannya, itulah cinta!

jika ia membuatmu sangat resah, itulah cinta!

jika kamu senang melihatnya bahagia, itulah cinta!

jika kamu merelakannya meskipun hatimu hancur saat orang lain memilikinya, itulah cinta!!

note by anya safira

Selasa, 12 April 2011

“ tak ada sesuatu yang lebih menyenangkan daripada menimbulkan senyum pada wajah orang lain, terutama pada wajah yang kita cintai” (R.A.Kartini)

Senin, 11 April 2011

Mungkin ilmu yang rumit bukanlah suatu yang harus menemukan turunan dari rumusnya. Bukan juga sebuah analis dengan berbagai asumsi yang sebenarnya tidak pernah ada dalam kehidupan nyata. Ilmu yang rumit adalah bagaimana kita mencoba mengambil keputusan tanpa ada yang dikorbankan. Kalau pun memang harus ada yang dikorbankan itu sudah menjadi pilihan terkhir dan sangat kecil dampaknya bagi diri sendiri dan orang lain. Aku, mahasiswa FEUI, mendapatkan begitu banyak pelajaran mengenai pengambilan keputusan. Entah kenapa aku senang dengan ilmu ini, tetapi bagi diriku sendiri aku tidak pernah berhasil mengambil keputusan yang terbaik untuk diriku sendiri. Selalu ada saja ganjaran dan lilitan kencang karena aku harus memilih yang lain. Aku ssering bertanya pada diriku sendiri bagaiman ini terbaik bagiku dan orang lain. Aku tidak ingin ada yang kecewa dari pilihan ini termasuk diriku. Akan tetapi, itu tidak pernah berhasil pada kondisi apapun. Betapa pun usahaku untuk memperbaiki ini, itu tidak pernah berhasil sampai saat ini. Tidak ada yang salah, kondisi pun baik-baik saja. Aku bingung dengan ini. Bagaimana ini dapat aku kendalikan dibawah telapak tanganku sehingga aku mengetahui bagaimana pun apa yang akan terjadi. Ini menjadi bagian yang selalu aku pelajar sampai saat ini

Sabtu, 12 Maret 2011

Jejak biru
Aliran angin telah membawaku ke tempat asing
Melangkah tanpa acuan berkeringat deras
Ini yang selalu terjadi padaku
Tak ada bertumpu dan hilang arah
Terus berulang hingga aku tak sadar
Aku ada di dua dunia
Biru dan abu-abu
Setiap langkah ku untuk dunia abu-abu
Aku tidak pernah sadar, tetapi aku selalu senang
Di akhir aku menyesal
Ini yang membuatku bingung, dunia apa ini
Aku mau jejakku selalu sesuai arah
Jejakku harus sesuai yang aku harapkan
Meraih mimpi dan memperbaikinya agar DIA tidak murka kepadaku
Jejak yang mengantar kebahagiaan
Jejak biru

Senin, 28 Februari 2011

" you think you are helping the economic system by your well meaning laws and interferences. you are not! let it be. the oil of self interest will keep the gears working in almost miraculous fashion. no one need plan. no sovereign need rule. the market wiil answer all things

Rabu, 23 Februari 2011

Misteri Dunia Air Bawah Tanah di Meksiko

Semenanjung Yucatan di utara Meksiko bagaikan sebuah teras batu kapur yang rata dan rendah, ia terbentuk saat pergantian jaman baru, tepatnya pada 2 juta tahun silam dari dasar laut dangkal yang naik. Lubang batuan adalah ciri khas topografi batu kapur yang umum ditemui di semenajung Yucatan. Di barat laut semenanjung tersebut, arkeolog sudah menemukan gugusaan lubang-lubang batuan ini sejak dulu.

Gugusan lubang tersebut diduga kuat diakibatkan oleh ledakan besar. Kurang lebih pada 65 juta tahun silam, sebuah batu meteor dengan ukuran sebesar sebuah kota menabrak bumi sehingga membentuk sebuah kubang raksasa dengan diameter mencapai 200 km. Abu yang ditimbulkan akibat tabrakan ini menyelimuti segenap angkasa, sehingga mengubah cuaca, bahkan mengakibatkan banyak makhluk hidup di bumi mati dalam skala besar, termasuk dinosaurus.

Kolam Kristal
Di tengah hutan yang lebat di semenajung Yucatan, Meksiko, di luar dugaan tersebar ribuan “kolam kristal” yang misterius. Menurut laporan Reuters, para ilmuwan asal AS telah menemukan “kolam kristal” tersebut belum lama ini, yang sekaligus membuka cadar sesungguhnya dunia air bawah tanah. Hutan yang lebat ini menyembunyikan banyak “kolam kristal” tersebut, dimana ke dalaman salah satu “kolam kristal” itu dapat mencapai 160 meter lebih dalamnya.

Ribuan “kolam kristal” bawah tanah tersebut telah membentuk sebuah dunia air bawah tanah yang misterius. bangsa Maya kuno pernah menganggap, bahwa di sana merupakan pintu masuk menuju ke alam bawah tanah. Masyarakat setempat pun terus melegendakan, bahwa di dunia air bawah tanah yang misterius itu, terdapat setumpukan tulang belulang, dan emas yang membentuk seperti gunung.

Peneliti asal AS dan penjelajah melakukan penyelidikan terhadap sejumlah lubang sambil membawa tabung oksigen, lampu kedap air dan peralatan bawah air lainnya. Dari penyelidikan itu diketahui bahwa sesungguhnya “kolam kristal” ini adalah lubang batuan yang terbentuk dari gamping (batu kapur) yang terkikis air hujan permanen. Dan oleh karena air hujan disaring batu kapur sejenis bunga karang, maka air kelihatan sangat jernih dan bening, dan tampak seperti terbuat dari kristal.

Para penyelam petualang merasa seolah-olah melayang di angkasa ketika berenang di dalam air bawah tanah tersebut. Kolam-kolam kristal ini yang dangkal ada yang kedalamannya mencapai 1 meter lebih, sedangkan yang dalam tidak berdasar. Mereka pernah menyelami sebuah lubang bawah tanah, hingga di kedalaman 160 meter anehnya tetap saja tidak bisa sampai ke dasar.
Wajar saja kalau bangsa Maya pernah menjadikan kolam-kolam kristal tersebut sebagai kolam yang suci, dan mereka pernah memasukkan barang-barang perhiasan ke dalamnya untuk sembahyang leluhur. Dalam kehidupan sehari-hari bangsa Maya kuno, kubang-kubang ini menduduki status yang penting. Kubang tersebut juga menyediakan sumber air yang cukup bagi bangsa Maya, selain itu juga menyediakan tempat pemandian bagi mereka. Hingga sekarang, di sejumlah desa yang jauh terpencil di semenanjung Yucatan, orang-orang masih bergantung pada lubang bawah tanah seperti ini dalam kehidupannya.

Dalam keyakinan spiritual bangsa Maya, kubang-kubang ini juga merupakan tempat tinggal Dewa Hujan, sama seperti Istana Naga dalam legenda Tiongkok. Bangsa Maya mengandalkan mereka guna bersujud untuk memohon hujan. Bangsa Maya beranggapan, bahwa hujan di langit adalah hasil kunjungan Dewa Hujan, hanya dengan mempersembahkan “hadiah”, dewa hujan baru bisa hadir. Mereka memasukkan barang perhiasan ke dalam lubang, bahkan akan memilih gadis cantik dan diterjunkan ke dalam air, dengan maksud menyenangkan Dewa Hujan.

Spesies Baru
Selain kemisteriusan dunia air bawah tanah, di kawasan tersebut juga ditemukan lebih dari 40 species makhluk hidup baru berupa udang-udangan dan ikan. Di bawah lingkungan yang sulit, species tersebut bisa bertahan hidup. Makhluk air ini hidup dengan mengandalkan makanan dan oksigen yang terbatas di dalam air. Ini adalah penemuan pertamakali yang pernah diraih para ilmuwan Biologi. Ahli Biologi laut dari Universitas Texas yakni Tom Iriver menuturkan, “Disini sepenuhnya merupakan sebuah dunia yang unik. Hal-hal yang kami temukan disana, termasuk beberapa bentuk hayati di sana belum pernah ditemukan di tempat lain.”

Iriver mengatakan yang paling menggembirakan adalah telah menyaksikan beberapa bentuk makhluk hidup dan spons yang hidup di perbatasan air laut dan air tawar, besar kemungkinan mereka memiliki nilai pengobatan yang terpendam, dapat mengobati sejumlah besar penyakit fatal termasuk kanker. Namun, penelitian ini masih terlalu dini, kami masih perlu melakukan sejumlah besar eksprimen ilmiah.
Bahkan para ilmuwan juga menemukan sejumlah besar kerangka binatang prasejarah dan benda budaya kuno di kubang tersebut, termasuk tulang belulang kelinci dan bahkan tulang belulang mamut atau gajah purba yang hidup pada zaman glacial. Seorang penjelajah bawah air menuturkan, “Saat Anda keluar dari air, dan memberitahu kepada orang-orang bahwa di bawah sana ada gajah besar, maka dipastikan Anda akan dianggap gila, tapi faktanya memang demikian.”

Karena perkembangan penduduk dan eksploitasi pariwisata, sehingga susunan ekosistem “kolam kristal” tengah mengalami kerusakan. Selama 30 tahun di masa lalu, daerah yang pernah di huni bangsa Maya ini, jumlah penduduknya membengkak hingga 10 kali lipat lebih, mencapai 1 juta jiwa, ditambah lagi penduduk asal AS, Eropa dan sejumlah besar wisatawan dari daerah lain di dunia. Akibatnya dunia bawah air ini mendapat ancaman serius.

Para ahli lingkungan memperingatkan, bahwa usaha pariwisata setempat yang berkembang pesat dan sejumlah besar sampah yang diciptakan usaha pelayanan sudah mulai menimbulkan polusi terhadap lingkungan lubang batuan.

Kini pencemaran yang dihasilkan orang-orang setempat semuanya di buang ke dalam bawah tanah, sistem sungai di lubang dengan kedalaman 1 meter di semenanjung Yucatan telah mengalami pencemaran sampah sebanyak 250 ton setiap harinya. Setiap hari ratusan wisatawan menyusup ke lubang-lubang yang dibuka tersebut, dan dengan semena-mena merusak susunan ekosistem di dalamnya. “Kami sekarang membutuhkan sebuah rancangan yang matang dan cermat, yang dapat mengembangkan ekonomi setempat sekaligus melindungi dunia bawah air yang tak ternilai itu, jelas Mahert.

Ritual Bangsa Maya Kuno
Bangsa Maya kuno sepenuhnya yakin bahwa persembahan darah merupakan hal yang mutlak bagi eksistensi manusia dan dewa. Persembahan darah dapat memberikan kekuatan dan kekuasaan yang suci bagi manusia. Dengan sebilah pisau osidian, Raja menoreh organ reproduksinya sendiri, agar darah mengalir ke atas sehelai kertas dalam mangkok. Istri raja juga turut serta dalam upacara ini, mereka akan menggunakan seutas tali berduri yang kemudian ditusukkan ke lidah sendiri. Kertas yang dinodai darah akan dibakar, mereka percaya asap yang terbakar akan berhubungan langsung dengan alam dewata.

Sembahyang kepada dewa atau leluhur dengan menggunakan manusia hidup kadang juga terjadi dalam upacara keagamaan mereka. Biasanya orang yang dipilih sebagai persembahan kurban adalah nara pidana, budak, anak yatim atau anak haram. Sedangkan sembahyang dengan menggunakan hewan ternak lebih umum dibanding orang hidup, kalkun, anjing, tupai dan kadal dan hewan lainnya dianggap sebagai persembahan kurban yang paling pas terhadap segala dewa bangsa Maya.

Persembahan kurban manusia hidup dilakukan dibawah bantuan 4 orang tua yang disebut “Chac” (Konon katanya, upacara ini dilakukan demi untuk menyatakan penghormatan terhadap dewa hujan Chac bangsa Maya kuno). Ke-4 orang ini masing-masing menekan lengan dan kaki yang dipersembahkan sebagai kurban, sedang orang yang bernama “nacom” menoreh dada “persembahan kurban”. Selain itu, masih ada satu orang lagi yang turut serta dalam upacara yaitu juru tenung syaman (semacam agama primitif), konon katanya, dia menerima informasi saat dalam kondisi tertidur, makna yang terkandung dari ramalan yang didengarnya itu akan dijelaskan oleh beberapa tetua setempat.

Bangsa Maya meyakini, bahwa setelah manusia meninggal dunia, mereka akan masuk ke dunia bawah tanah melalui sebuah lubang, dan setelah raja meninggal akan masuk ke bawah tanah melalui orbit yang berhubungan dengan peredaran matahari; namun, karena mereka memiliki kekuatan supernormal, mereka akan hidup kembali di negeri langit dan menjadi dewa. Bangsa Maya sangat takut dengan kematian yang disebabkan oleh bencana alam, sebab setelah meninggal seperti tidak bisa masuk “surga” dengan sendirinya.

Selasa, 08 Februari 2011

tulisan ini hanya sebuah peretas yang ingin aku jadikan pedoman hidup dalam dirku. tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama, aku tahu itu. akan tetapi, kesempatan itu dapat dicari jika kita menginginkannya. diriku harus berjuang dengan segala keterbatasan yang ada. materi, jiwa, dan raga harus kukerahkan dengan maksimal sampai aku benar-benar mengalami perubahan. tidak boleh berpikiran negatif tentang orang lain. itu cara terbaik untuk saat ini. hadapi realita itu baik itu membuatku senang atau tidak.

Jumat, 04 Februari 2011

Pembauran (fusion) pasar tradisional dengan pasar modern
Perbedaan pandangan antara pasar tradisional dengan pasar modern yang saat ini melekat pada masyarakat tidak dapat dihilangkan selama apa yang masyarakat lihat sampai saat ini tidak pernah berubah. Masyarakat telah identik dengan pasar tradisional yang kumuh, kotor, becek, macet, semrawut, dan tidak aman. Beberapa masyarakat—khususnya kelas menengah ke bawah—menganggap keadaan ini adalah biasa. Akan tetapi, bagi sebagian orang atau mungkin banyak orang yang berpenghasilan tinggi, mereka akan merasa resah apabila harus datang ke pasar tradisional. Mereka lebih memilih pasar modern yang identik dengan pelayanan prima, aman, bersih, jaminan kualitas barang, dan one stop service tentunya.
Sebenarnya gambaran kondisi diatas adalah benar dan tidak dapat dipungkiri. Hal ini adalah wujud konkret dari kurangnya perhatian pemerintah terhadap pasar tradisonal. Pemerintah seakan melupakan pasar tradisional dan mudah memberikan izin terhadap pembangunan pasar modern tanpa ada pertimbangan dahulu. Saat ini, kita dapat melihat adanya pembangunan pasar modern justru mematikan pasar tradisional. Seharusnya, hal ini tidak perlu terjadi apabila pemerintah ikut berperan dalam penataan pasar sebagai bentuk tanggung jawab. Terlebih lagi, pasar tradisional maupun pasar modern adalah penggerak roda ekonomi negara. Seharusnya kedua pasar tersebut layaknya sahabat yang melayani masyarakat dengan bersama.
Sebagai tempat transaksi jual-beli dan tempat bertemunya supply dan demand, sudah selayaknya kedua pasar bersaing secara sehat untuk mendapatkan konsumen. Memang ada satu perbedaan dan inilah yang menjadi ciri dari pasar tradisional dimana penjual dan pambeli bertemu secara langsung untuk menentukan harga. Kondisi inilah yang sebenarnya diharapkan dimana tidak ada oknum lain yang dapat menentukan harga. Selain itu, keberadaan pasar tradisional sangatlah mendukung masyarakat bawah dalam hal memenuhi kebutuhan hidup. Oleh karena itu, tentu penataan tempat adalah hal utama yang harus dilakukan dalam penanganan ini. Pasar modern dan pasar tradisional sebaiknya disatukan di satu tempat dengan bangunan memadai karena selama ini bangunan yang tidak nyaman juga faktor utama kenyamanan konsumen. Sebagai contoh, gedung 4 lantai, pasar tradisional menempati 1 lantai bawah secara keseluruhan dan 3 lantai sisa adalah pasar modern dimana semua penjual dikenakan aturan yang sama tentang ketertiban. Penataan awal ini akan menimbulkan efek baik dengan sendirinya baik itu lingkungan, keadaan pasar, dan lain-lain. Konsumen tidak akan lagi membandingkan pasar modern dan pasar tradisional baik secara kualitas atau yang lainnya.
Tidak seperti saat ini, keidentikan pasar tradisional yang terletak di satu tempat yang kumuh, tidak tertata dan semrawut tentu makin mengalihkan masyarakat ke pasar modern yang semakin banyak tumbuh dengan pelayanan yang baik. Hal inilah yang harus dicegah oleh pemerintah agar tidak adanya saling mematikan antara pasar. Pasar ada bukanlah untuk mematikan potensi satu sama lain. Bukan juga untuk saling menggantikan satu sama lain. Pasar tradisional adalah gambaran kebudayaan masyarakat kita dan pasar modern adalah wujud baru dari globalisasi. Kita tidak pernah menolak adanya globalisasi, tetapi globalisasi ada bukan untuk menggantikan kebudayaan. Kita harus tetap mempertahankan budaya kita. Oleh karena itu, campur tangan pemerintah—baik pusat dan daerah—dan kontribusi masyarakat dalam hal ini sangatlah penting. Pembauran pasar tradisional dengan pasar modern adalah wujud nyata yang harus dilakukan dalam meningkatkan perbaikan.

Jumat, 28 Januari 2011

You think you’ve got troubles now? Just wait till the newspapers get load of me in my underwear, Dr. Hammond. She flumbed with the buttons on the smock. I bet your wife will love it.
Bidadari Indonesia Timur
Pantai natsepa, Pantai Liang, Pantai Pulau Raja, dan Pantai Kaoko adalah salah satu contoh daearah wisata tak tersentuh yang ada di wilayah timur Indonesia. Pasir putih, ombak yang tenang, dan suasana yang damai merupakan kelebihan dari semua tempat dan daerah wisata lainnya di Indonesia Timur. Sayang seribu sayang, tempat itu tak pernah menjadi tempat tujuan utama wisata masyarakat Indonesia bahkan mengenalnya pun sulit. Entah apa yang membuat semua itu tidak pernah menarik perhatian masyarakat kita—yang lebih senang mengunjungi tempat untuk berbelanja. Ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat kita lebih tertarik pada tempat belanja. Pertama, masyarakat mencari tempat yang mudah dijangkau (dekat) dan tidak berbiaya besar. Kedua, masyarakat melihat kemudahan transportasi untuk mencapai tempat. Ketiga, kondisi daerah sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Padahal, banyak tempat di wilayah timur Indonesia sangat potensial apabila pemerintah Negara ini berniat untuk mengembangkan potensinya sebagai tempat rekreasi dan wisata—baik untuk wisatawan dalam negeri atau mancanegara. Dilihat dari segi ekonomi, sektor pariwisata sudah banyak dimanfaatkan Negara lain sebagai pemasukan devisa Negara yang berasal dari wisatawan mancanegara. Dari segi budaya, dengan banyaknya wisatawan mancanegara yang datang, kita dapat memperkenalkan budaya kita kepada mereka. Ini juga merupakan salah satu cara memperkenalkan Negara kita di kancah internasional. Ironisnya, pemerintah tetap acuh terhadap itu semua dan lebih mementingkan urusan lain. Salah satu contoh, akses untuk mengunjungi tempat yang elok nan indah itu sangatlah sulit. Kapal laut sebagai transportasi utama hanya sedikit dan sebenarnya sudah tak layak pakai. Contoh lainnya adalah saat para pengunjung tiba di daerah tujuan, penginapan di tempat sudah lengkap, tetapi yang membuat cengang adalah pemilik penginapan itu orang asing. Kita hubungkan lagi dengan sisi ekonomi, itu menimbulkan suatu proses pertumbuhan GDP, tetapi tidak menumbuhkan GNP untuk Indonesia. Secara perhitungan, GNP adalah GDP dikurangi dengan penghasilan orang asing di dalam negeri ditambah pendapatan WNI diluar negeri. Melihat ini, semakin banyak orang asing di negeri ini maka semakin kecil proporsi “kue” pendapatan untuk nasional. Seandainya pemerintah dapat mengatur masalah ini, setali tiga uang, pemerintah dapat memanfaatkan keindahan tempat wisata Indonesia timur bukan hanya menambah pemasukan untuk kas Negara dan menambah proporsi GNP Indonesia.
Untuk mengwujudkan semua ini, pemerintah sebenarnya tidak mengalami kesulitan serius. Ada beberapa langkah yang harus ditempuh untuk menjadikan potensi wisata menjadi mesin penghasil bagi Negara. Pertama, pemerintah harus menyediakan transportasi yang mendukung untuk mencapai daerah tujuan. Langkah awal ini sebagai penarik wisatawan agar mereka merasa lebih mudah untuk mencapai tempat tujuan wisata. Kedua, pemerintah harus memberikan pelayanan baik dengan pengelolaan penginapan yang memenuhi standar. Dengan ini, pemerintah menyediakan lapangan kerja untuk warga sekitar dan ini sekaligue menimbulkan efek berlanjut dengan berkurangnya pengangguran serta peningkatan pendapatan nasional. Langkah terkahir, pemerintah melakukan promosi secara gencar lewat media apapaun. Ayo kita harumkan nama bangsa lewat pariwisata!
“untuk memahami hati dan pikiran seseorang, jangan melihat apa yang telah dia raih, tetapi apa yang dia cita-citakan"(Kahlil Gibran 1883-1931)

Rabu, 26 Januari 2011

Sayap dan doa
Apa yang aku pikirkan sampai saat ini, aku tidak pernah tahu maknanya
Letih, lesuh, dan lelah tak pernah Nampak dariku
Aku merasakan yang berbeda sampai saat ini
Perbedaan itu timbul sejak semuanya berubah begitu saja
Andai ini sudah ketetapanNYA, aku tidak bisa merubahnya
Semu ini harus aku pahami karena keinginanNYA
DIA menginginkan aku berbeda
Tetapi aku tidak pernah paham apa itu
Sementara jalanku terus berliku
Aku tidak boleh merasa semua ini adalah beban
Ini alur ceritaku dan harus aku layani
Membuat sesuatu yang bahagia bagiku
Bahagia untuk aku, dia, dan semua hal baru yang akan aku dapatkan
Tidak panjang waktuku untuk semua itu
Saat ini dan esok sudah menantiku
Tak perlu bekal yang berlebih
Hanya keikhlasan dan kesabaran
Dalam mengepakan sayap dan doa…

Adrifaza Baraka, 15-01-2011

Jumat, 21 Januari 2011

Setiap hari lautan, gunung, dan bumi meminta izin kepada Rabbnya, “ Perkenankanlah aku melumat manusia. Sesungguhnya mereka menikmati rezeki-MU, tetapi mereka menyembah kepada selain-MU!” tetapi Allah berfirman, “ biarkan saja mereka begitu, kalau saja kamu yang menciptakan mereka, nisacaya kamu akan menyayangi mereka!”
“jika dahulu aku tak menegakan sumpah untuk sekolah setinggi-tingginya demi martabat ayahku, aku dapat melihat diriku dengan terang sore ini, sedang berdiri dengan tubuh hitam kumal yang kelihatan hanya mataku, memegang sekop menghadapi gunung timah, mengumpulkan napas, menghela tenaga, mencedokinya dari pukul delapan pagi hingga magrib, menggantikan tugas ayahku yang dahulu juga menggantikan tugas ayahnya. Aku menolak semua itu! Aku menolak perlakuan buruk nasib kepada ayahku dan kepada kaumku. Kini tuhan telah memeluk mimpiku. Atas nama harkat kaumku, martabat ayahku, kurasakan dalam aliran darahku saat nasib membuktikan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak kepada para pemberani. (andrea hirata).”

Senin, 17 Januari 2011

Sayap dan doa
Apa yang aku pikirkan sampai saat ini, aku tidak pernah tahu maknanya
Letih, lesuh, dan lelah tak pernah Nampak dariku
Aku merasakan yang berbeda sampai saat ini
Perbedaan itu timbul sejak semuanya berubah begitu saja
Andai ini sudah ketetapanNYA, aku tidak bisa merubahnya
Semu ini harus aku pahami karena keinginanNYA
DIA menginginkan aku berbeda
Tetapi aku tidak pernah paham apa itu
Sementara jalanku terus berliku
Aku tidak boleh merasa semua ini adalah beban
Ini alur ceritaku dan harus aku layani
Membuat sesuatu yang bahagia bagiku
Bahagia untuk aku, dia, dan semua hal baru yang akan aku dapatkan
Tidak panjang waktuku untuk semua itu
Saat ini dan esok sudah menantiku
Tak perlu bekal yang berlebih
Hanya keikhlasan dan kesabaran
Dalam mengepakan sayap dan doa…

Adrifaza Baraka, 15-01-2011
Lentera

Setajuk rangkaian cahaya redup
Tak berdaya bagaikan tegukan napas lelah
Lalu apa yang menyebabkan dia kukuh bagaikan karang?
Tak ada majik, tak ada apapun yang menyokongnya
Keberadaannya melebihi penari dengan latarnya
Rembulan dengan pekatnya malam
Tak ada yang mengira
Lentera mampu menerangi hamba yang sedang terpuruk
Bahkan lentera menuntunnya sampai bangkit
Bangkit menemukan jati dirinya
Ini sebuah kisah nyata pada anak muda
Semangatnya sempat hilang bagai tak ada arti lagi dia melangkahkan kaki
Terpuruk dalam lembah tak bernyawa
Menyentuh titik kulminasi terendah yang pernah ada
Menetap dan merasakan terjalnya alur hidup
Bukan diatas, tetapi sedikit kebawah
Belum…belum menyentuh titik terbawah
Tidak terbayangkan menyentuhnya apalagi berteman dengan suasananya
Keluh, kusuh, dan tak berwarna
Maka dia sempat berpikir adilkah dunia ini diciptakan
Mengapa ada si kaya dan ada si miskin
kenapa semua tidak diciptakan sama rata
maka pertanyaan ini tidak akan pernah terjawab, pikirnya
Ini yang terjadi, ini yang harus dihadapi
Tak dapat dipungkiri karena hal itu ada di depan mata saat ini
Pikirannya makin bimbang tak terarah
Tak ada satu pun catatan liar yang memberinya arah
Keluarga? Bukan solusi yang tepat untuk saat itu
Ingat untuk saat itu
Ini berkutat pada jati diri dan jiwa yang ada pada saat itu
Bagaimana dia mengontrolnya dan memberinya pemantik untuk hidup lagi
Sebenarnya hati dan jiwanya belum mati
Mereka hanya tidur untuk sementara
Tidur dengan mimpi yang membawanya tidak betah untuk meninggalkan mimpinya
Ketika semua itu dapat teratasi maka lain cerita
Kisahkan kembali semua, tetapi tak dari awal
Hanya melanjutkan dari cerita yang terpotong oleh mimpi
Mimpinya tidak bagus, tetapi bagus untuk melemahkan jiwa, Itu yang dialami olehnya
Saat ini jalannya mulai terang
Bukan nur yang diharapkan bukan pula rembulan menyentuh stupa
Hanya lentera
Ia pun tidak yakin awalnya karena ia pikir hanya akan menimbulkan kirana
Cerita berubah seketika ketika ia mencoba meyakini lentera itu
Ini keajaiban dari Yang Maha Kuasa
Tuntunan untuk merasakan lika liku hidupNYA
Alur ceritaNYA yang telah DIA buat untuk semua, khususnya pemuda ini
Dari ini semua ia merasakan betepa sulitnya belajar ilmu ikhlas dalam hidup
Sampai akhirnya ia mendapatkannya ilmu itu
Tetapi ternyata itu hanya dasar belum inti dimana menuntut yang lebih dahsyat lagi
Lentera yang menemani dia ternyata menuntunnya sampai ke tujuan
Dengan cahaya yang tidak melebihi 5 watt, lentera itu menjadi saksi bisu perjalanan pemuda itu
Bahkan sampai pemuda itu berdiri tegap tanpa ada rasa lelah lagi
Ini perjalanan yang tiada henti karena tatapa luas ke arah barat dari Negara ini
Baru saja ia rangkai
Mungkin perjalanan yang lebih melelahkan akan ia hadapi lagi di suatu saat nanti
Maka ia mencoba menjadikan ini semua tahap awal dari semua perubahan

Adrifaza Baraka, 6-01-2011

Jumat, 07 Januari 2011

Taman Laut di Raja Ampat
Mon Nov 22 0:33am

Oleh Amril Taufik Gobel

Siapa bilang di tanah Papua tidak ada objek pariwisata bahari yang memukau? Selama ini Papua lebih dikenal dengan eksotisme kebudayaannya yang sederhana serta sumber daya alamnya yang melimpah. Namun, datanglah ke Raja Ampat, dan nikmati keindahan terumbu karang, lengkap dengan biota laut menawan serta pemandangan bahari yang mengesankan.


Tak salah bila kemudian Putri Indonesia 2005 Nadine Chandrawinata menyatakan kekagumannya pada kawasan ini setelah melakukan penyelaman, merasakan sajian panorama bawah laut Raja Ampat yang sangat memikat. Penggemar snorkeling dan diving memang dijamin tidak akan kecewa. Sebaliknya, mereka bakal terpanggil untuk datang dan datang lagi.

Raja Ampat adalah pecahan Kabupaten Sorong, sejak 2003. Kabupaten berpenduduk 31 ribu jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2 berupa daratan, 40.000 km2 lagi lautan.

Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Kepulauan Raja Ampat terletak di barat laut kepala burung Pulau Papua, dengan kurang lebih 1500 pulau kecil dan atoll serta 4 pulau besar utama, yakni Misol, Salawati, Bantata dan Waigeo. Inilah yang kemudian menjadikan Raja Ampat taman laut terbesar di Indonesia.

Wilayah ini sempat menjadi incaran para pemburu ikan karang dengan cara mengebom dan menebar racun sianida. Namun, masih banyak penduduk yang berupaya melindungi kawasan itu sehingga kekayaan lautnya bisa diselamatkan. Terumbu karang di laut Raja Ampat dinilai terlengkap di dunia. Dari 537 jenis karang dunia, 75 persennya berada di perairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang. Luar biasa!

Bank Dunia bekerja sama dengan lembaga lingkungan global menetapkan Raja Ampat sebagai salah satu wilayah di Indonesia Timur yang mendapat bantuan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) II, sejak 2005. Di Raja Ampat, program ini mencakup 17 kampung dan melibatkan penduduk lokal. Nelayan juga dilatih membudidayakan ikan kerapu dan rumput laut.

Khusus untuk Anda yang tidak tertarik dengan aktivitas menyelam, hamparan laut biru yang membiaskan keindahan langit, taburan pasir putih yang memancarkan kilaunya bagaikan mutiara, bisa dinikmati. Selain itu, masih ada gugusan pulau-pulau yang memesona dan flora serta fauna unik seperti cenderawasih merah, cenderawasih Wilson, maleo waigeo, beraneka burung kakatua dan nuri, kuskus waigeo, serta beragam jenis bunga anggrek.

Papua Diving di pulau Mansuar adalah salah satu resort terkemuka yang berada di kawasan ini. Wisatawan-wisatawan mancanegara penggemar selam betah selama berhari-hari bahkan sebulan berada di Raja Ampat menikmati keindahan yang ada di sana dan menginap di Papua Diving.


Maximillian J Ammer, warga negara Belanda pemilik Papua Diving Resort yang juga pionir penggerak wisata laut kawasan ini, harus mati-matian menyiapkan berbagai fasilitas untuk menarik turis dari mancanegara. Sejak memulai usahanya delapan tahun lalu, banyak dana harus dikeluarkan. Namun, hasilnya juga memuaskan. Setiap tahun resor ini dikunjungi minimal 600 turis spesial yang menghabiskan waktu rata-rata dua pekan.

Penginapan sangat sederhana yang hanya berdinding serta beratap anyaman daun kelapa itu bertarif minimal 75 euro atau Rp 900.000 semalam. Jika ingin menyelam harus membayar 30 euro atau sekitar Rp 360.000 sekali menyelam pada satu lokasi tertentu. Kebanyakan wisatawan datang dari Eropa. Hanya beberapa wisatawan asal Indonesia yang menginap dan menyelam di sana.

Pulau Kri, Waigeo, serta Misool juga menyiapkan resort buat pengunjung. Di pulau Misool ada Eco Resort yang dibangun dengan menerapkan prinsip-prinsip konservasi alam yang ketat. Ada kesepakatan dengan penduduk adat di sekitar wilayah tersebut untuk menjaga ekosistem terpadu yang disebut “No Take Zone” yakni melarang eksploitasi pengambilan apapun dari laut, mulai dari berburu kerang, telur penyu,sirip ikan hiu sampai hanya sekedar mencari ikan. Secara ekstrim, malah di eco resort ini mengharamkan penggunaan antiseptik karena limbah buangannya dikhawatirkan akan membunuh ekosistem terumbu karang di sekitarnya.


Beberapa resor menetapkan harga relatif mahal karena menyuguhkan fasilitas lengkap. Wisatawan dengan biaya terbatas juga dapat memanfaatkan resort milik pemerintah yang jauh lebih murah di daerah Waisai, ibu kota Raja Ampat.

Anda harus terbang dulu ke Bandara Domne Eduard Osok, Sorong, Papua, lalu langsung menuju lokasi dengan kapal cepat berkapasitas sekitar 10 orang yang tarifnya Rp 3,2 juta sekali jalan. Perlu waktu sekitar 3-4 jam untuk mencapai kawasan Raja Ampat khususnya ke Pulau Mansuar.

Untuk berkeliling pulau yang diinginkan, kita dapat menyewa speedboat kapasitas 10 orang dengan harga Rp 3-5 juta per 8 jam, tergantung kepandaian kita menawar. Kita juga bisa mengambil paket wisata dengan mengunjungi perkampungan untuk melihat tanaman dan hewan khas setempat seperti burung Cendrawasih.

Untuk masuk ke kawasan Raja Ampat, setiap orang harus membayar biaya masuk sebesar Rp 250 ribu untuk wisatawan domestik, dan Rp 500 ribu untuk wisatawan dari mancanegara. Sebuah pin bulat yang berfungsi seperti identitas ini akan kita terima, setelah membayar biaya tersebut.

Uniknya, pin ini berlaku untuk satu tahun, sejak 1 Januari hingga 31 Desember. Jadi jika dalam satu tahun itu kita bolak-balik mengunjungi Raja Ampat, hanya perlu membayar biaya masuk satu kali saja. Tentu saja pin tadi tidak boleh hilang dan harus kita kenakan sebagai tanda pengenal.
Doa Seorang Prajurit Bagi Puteranya


Tuhanku, bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk menyadari manakala ia lemah dan cukup berani untuk menghadapi dirinya sendiri manakala ia takut. Manusia yang memiliki rasa bangga dan keteguhan dalam kekalahan, rendah hati, dan jujur dalam kemenangan
Tuhanku bentuklah puteraku menjadi seorang yang kuat dan mengerti bahwa mengetahui dan mengenal diri sendiri adalah dasar dari segala ilmu yang benar.
Tuhanku, janganlah puteraku Kau bimbing pada jalan yang mudah dan lunak. Biarlah Kau bawa dia ke dalam gelombang dan desak kesulitan tantangan hidup. Bimbinglah puteraku supaya dia mampu tegak berdiri ditengah badai serta berwelas asih kepada mereka yang jatuh dan terpuruk.
Bentuklah puteraku menjadi manusia berhati bening dengan cita-cita setinggi langit. Seorang manusia yang sanggup memimpin dirinya sebelum dia memimpin orang lain. Seorang manusia yang mampu meraih hari depan, tetapi tak melupakan masa lampau. Setelah segala menjadi miliknya, semoga puteraku dilengakapi hati yang ringan untuk bergembira serta selalu bersungguh-sungguh namun jangan sekali-kali berlebihan.
Berikan kepadanya kerendahan hati, kesederhanaan, dan keagungan yang hakiki, pikiran yang cerah, dan terbuka bagi sumber kearifan dan kelembutan dari kekuatan yang sebenarnya sehingga aku, orang tuanya, akan berani berkata : “hidupku tidaklah sia-sia”( Douglas Mac Arthur—ditulis pada masa-masa paling sulit diawal perang pasifik—diedit dalam Ejaan Yang Disempurnakan)

Selasa, 04 Januari 2011

Masa lalu
Sekali tiba masa ketika
Dunia mewah gugur merata
Enyah sunyi murni indah
Tangn kasat kan merobek semua nan molek
Akan meremuk dan mencabik
Dan sajakku kelak pembungkus kacang
Prosa, puisiki sebagai pembungkus kopi
Dewi seni akan menangis
Namun hatiku rela
Melepasmua entah kemana
Walu hati tersa luka
Dunia adil sama rata
Penderitaan
Jiwa menangis diiris sedih
Bermuram durja penuh kesedihan
Jiwa tersedu menagis merintih
Badan terlukai penuh penderitaan
Bagai terdengar angin menderu-deru
Awan tebal begulung-gulung
Halilintar gemuruh bagai peluru
Semesa alam bagai berkabung
Tak ada kawam mengahapus gundah
Tak terdengar langakah awal berkandang
Sendirilah jiwa rasa tenggelam di air bah
Tidak terdengarkah orang menjalang
Hanya terdengar angin sepoi-sepoi
Di angkasa, dingin nan lebar
Adakah uluran tangan sang penolong
Atau hanya bisikan kata sabar dalam hati
Jiwamu sendiri kawanmu sekandung
Tuhan sendiri tempat berlindung
Supaya percaya ddan senantiasa
Bahwa segala penderitaan diri
Tak seberapa dengan penderitaan dunia ini
Bahwa segala penderitaan lambat laun akan hilang di hapus waktu
Senja dibalik kelambu
Kulihat indahnya matahari terbenam
Kudengar keluhan ombak ditangah terjerembab ombak karang
Kutatap sayatan sayap burung yang melayang
Di saat senja datang
Ditemani gemerincingnya lonceng
Beserta semangat yang tinggi
Untuk mencapai harapannya
Semua angannya
Tak banyak harapanku
Hanya ingin menjadi titik-titik awan di langit
Yang selalu menemani matahari
Dan tak pernah mengeluh terhadap panasnya terik
Andai semua itu dekat
Dekat bagai matamu yang ada di kepala
Harapan pasti mudah tercapai
Walau itu ada di balik kelambu
mimpi dan asa
kita seperti terbelenggu mimpi
yang kita bangun saat bulan paruh terang
simpul-simpulnya masal, menutup kisi-kisi hati dan pikiran
padahal langit belum lagi tinggi
dan angin belum berputar-putar arah
dan kita masih dapat melempar asa ke ujung cakrawala
mestinya kita berbagi rasa berbagi kata
mengubah mimpi dan asa menjadi nyata
3-01-2011 (Karsono H. Saputra)
Selamat pagi
Selamat pagi, sudahkah tuan baca Koran hari ini?
Apa komentar tuan tentang banjir dan bah dan tanah longsor dan gempa bumi di seluruh negeri?
Kuasa alam tuan bilang? Atau musibah? Alam mahabijaksana, tuan tahu itu
Kemarahan alam karena kesemana-menaan dan tuan selalu diam karena tuan juga punya kepentingan
Jadi, kini tuan mau cuci tangan dan pura-pura jadi pahlawan
Selamat pagi, sudahkah tuan baca Koran hari ini?
Apa pendapat tuan tentang penggusuran dan penertiban yang selalu dengan penindasan
Dimana kedudukan tuan? Kepentingan apa dan siapa yang tuan pertahankan?
Karena selama ini saya melihat pembangunan selalu menggusur orang miskin
Bukan menggusur kemiskinan
Apa pendapat tuan? Tuan selalu diam, ini yang kedua kalinya
Selamat pagi, sudahkah tuan baca Koran hari ini?
Apa pendapat tuan tantang pencurian, korupsi, penipuan, penggelapan dan akal-akaln yang dilakukan kelompok tuan? Tuan tidak tahu atau pura-pura tak tahu?
Atau tuan malu karena tuan diam-diam berbuat seperti itu? Pantas saja kalau begitu
Tuan selalu diam kalu ditanya, ini kesimpulan sementara dari saya
Selamat pagi tuan, terlalu banyak hal yang buruk yang sebenarnya tuan ketahui tetapi tuan tak melakukan apa-apa atau tak berani melakukan apa-apa
Kenapa? Karena kepala, tangan, kaki, dan hati tuan tergadai oleh hasrat dan keninginan tuan atau bahkan anak dan istri tuan juga melakukan hal yang sama
Jadi apa yang seharusnya aku katakana kepada negeri yang luas ini
Rakyat yang masih terlonta-lonta dengan hidup hanya mengejar harta
Sekalipun bermodal pendidikan dasar atau anak buah tuan sendiri ada yang seperti mereka
Menghamba taka pa asal dapat bertahan hidup di metropolitan ini
4-01-2011
Putih hatimu
Dahulu, kau suka aster tidak wangi dan tidak terlalu indah, katamu
Tetapi warnanya adalah putih kasih
Helailan mahkotanya lambing keserdahanaan jiwa
Dan liat hidupnya ibarat perjuangan dan bertahan dalam segala keadaan
Kubilang, kau lebih pantas sebagai melati
Juga tidak terlalu indah bahkan hamper tak tampak
Tetapi keharumannya memenuhi persada
Tetapi kita tak perlu berselisih
Aster atau pun melati, putih warnanya adalah putih hatimu
4-01-2011 (Karsono H. Putra)
Bijaksana
Kata orang, bijaksana itu berpikir, bersikap, dan bertindak secara tepat pada tempat dan saat yang tepat. Namun, tepat menurut siapa? Menurut aku? Menurut kamu? Atau menurut kita? Atau masih harus ditentukan oleh keadaan? Bijaksana masih dapat diperdagangkan menurut selera dan harga yang disepakati
Kata orang, kita berada pada dataran lentur, luruh pada mau. Kata orang, kita berada dipenggal zaman edan. Berlomba pada kejahatan, yang terlambat tak kebahagian, tetapi kata orang, kebijaksanaan yang bijak menuntun kebahagiaan.
Kejujuran
Aku lebih banyak tinggal di kepala kanak-kanak atau bahkan orang bodoh
Aku tidak suka orang pintar karena mereka lebih sering mengejekku dengan manipulasi dan perekayasaan
Aku lebih dekat dengan orang miskin dan orang sederhana karena mereka selalu menerima apa adanya
Aku berada bersama rakyat jelata karena mereka tidak bicara mulut dan kepala tetapi bicara dengan rasa
Aku menghindati para penguasa karena mereka tak sama antara kata, rasa, kepala, dan cita
Dulu sekali
Aku sering menyelinap di hati nurani, tetapi kini makin sedikit orang yang memilikinya maka aku lebih banyak tersia-sia