Minggu, 01 Agustus 2010

“Malangnya pendidikan bangsaku”

Pendidikan adalah sebuah kata yang tak asing kita dengar saat ini. Sejak zaman politik etis ala Van Deventer, pendidikan, di negeri ini, mulai didengung-dengungkan. Pada saat itu pendidikan dianggap sebagai alat balas jasa atas penjajahan yang telah dilakukan di negeri yang kaya akan rempah. Entah apa arti itu etis atau tidak untuk memaknai kata pendidikan yang sesungguhnya, pendidikan tetap berkembang di Negaraku hingga saat ini. Aku ingin menggambarkan betapa hebatnya pendidikan di bangsaku dalam tulisan ini. Sebelumnya, aku ingin berterima kasih kepada para pejuang pendahulu yang telah mewarisi pendidikan kepada kita saat ini. Perjuangan mereka tidak akan pernah sebanding dengan apapun. Kembali ke hal utama dan satu hal yang sangat kontras, pendidikan terlihat sangat miris untuk kondisi saat ini. Pendidikan di Negara ini sudah tidak mengenal apa itu keadilan, kesetaraan, dan kebersamaan. Slogan yang tepat untuk pendidikan saat ini, khususnya di negeri ini, adalah “Anda Mampu? Silahkan masuk”. Slogan diatas menggambarkan betapa keadilan dibuang jauh-jauh dari makna pendidikan di negeri ini, Indonesia. ada sedikit penjelasan tentang slogan di atas agar mempermudah pembaca dalam memahami maknanya. “Anda Mampu?.....” , kata “mampu” disini bermakna sistem pembayaran operasional untuk pendidikan—kita ambil contoh Perguruan Tinggi Negeri (PTN)—sangatlah berpacu kepada uang. Mereka (penikmat pendidikan) memiliki uang dan sanggup membayar sesuai dengan ketetapan PTN yang dipilih maka mereka adalah calon terpilih. Untuk arti kata “…Silakan Masuk” , lebih mengutamakan kata masuk, kata ini bermakna setelah PTN menyeleksi dan mendapatkan calon mahasiswa yang rela membayar sesuai dengan ketetapan PTN maka dia akan menikmati proses belajar-mengajar di dalam PTN tersebut. Kembali ke hal utama, pendidikan di negeri ini sudah bertolak belakang dengan asas pendidikan dimana asas yang semestinya dijunjung tinggi dan dibela untuk kepentingan bersama. Kenapa penulis dapat mengatakan asas pendidikan sudah hilang dari makna pendidikan? banyak hal terjadi saat ini karena alasan tersebut. Penulis mengambil contoh anak yang lebih memilih bekerja daripada untuk melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi setelah lulus dari SMA. Penulis sebelumnya meminta maaf karena tidak dapat melampirkan jumlah anak yang lebih memilih untuk bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi dengan alasan dalam tulisan ini lebih menekankan alasan yang menyebabkan mereka memilih itu semua. Semua jawaban dari masalah itu terletak pada sistem pendidikan di Negara ini. Pihak yang bertanggung jawab telah lepas tangan terhadap perubahan drastis yang terjadi. Alasan apa yang menyebabkan mereka lepas tangan dari masalah ini semua.
Pertama, kondisi ekonomi Negara yang sedang mengalami resesi akibat krisis ekonomi global. Kita tidak dapat pungkiri efek dari krisis ekonomi global sangat mempengaruhi siklus ekonomi Negara ini. Entah alasan apa yang membuat ekonomi kita terkena efek itu. apa karena kita terlalu berklibat pada sistem ekonomi negeri kapitalis itu atau tidak, tak satupun ahli ekonomi kita dapat menjawabnya. Krisis ekonomi menyebabkan beberapa perusahaan mengalami depresi dalam keuangannya, bahkan pendidikan pun terkena imbasnya. Inilah yang menyebabkan banyak institusi pendidikan melepaskan diri dari tuntutan itu dan berkiblat pada mencari keuntungan semata. Hal inilah yang meyebabkan rakyat di negara ini tidak sanggup melanjutkan ke jenjang yang tinggi dalam arti dapat meningkatkan kualitas SDM. Keputusan yang diambil oleh para lembaga pendidikan khususnya PTN adalah tepat, tetapi disisi lain seiring meningkatnya jumlah masyarakat dalam kondisi ekonomi terbawah maka makin banyak pula yang tidak dapat menerima keputusan itu. Efeknya adalah banyak masyarakat putus sekolah dan itu menimbulkan efek besar bagi negara yaitu menurunnya kualitas SDM. Faktanya kualitas SDM adalah tiang kokoh untuk membangun sebuah bangsa.
Kedua dan sekaligus terakhir, pendidikan sangat penting bagi semua kalangan masyarakat negara ini. Pendidikan adalah jalan menuju suatu kemajuan dan ini adalah langkah awal. Akan tetapi, lepasnya peran pemerintah dalam menanggulangi semua masalah yang ada dalam pendidikan membuat makin buruknya penyelesaian masalah. Dalam hal ini adalah sosial. Tingkat sosial yang rendah saat ini memperburuk kedaan karena orang saat ini lebih cenderung memikirkan dirinya sendiri. Mereka acuh terhadap lingkungan karena baginya lingkungan adalah pelengkap sandiwara di dunia. Alangkah baiknya apabila banyak orang yang mampu dari segi ekonomi ingin membantu kalangan bawah untuk memberi subsidi hartanya dengan membantu masyarakat bawah membiayai pendidikan, efek dari itu semua dalam jangka panjang akan menghasilkan suatu perubahan yang dahsyat.
Inilah yang seharusnya kita lakukan sebagai warga yang bekerja sama dalam membangun pendidikan dan negara. Kita adalah brotherhood dimana saling membantu sama lain sesuai dengan asas kehidupan. Pendidikan bukanlah untuk kalangan bangsawan saja, tetapi proletar pun wajib mendapatkannya. Pendidikan bukan vitamin untuk segilintir orang, tetapi vitamin bagi seluruh rakyat



ada ide untuk menlong saya membantu mengeluarkan jeratan ini untuk negara saya...?