Selasa, 29 Desember 2009

1996...........

semakin aku besar dan tumbuh hingga aku menginjakan kaki di sekolah dasar. Awal cerita, sebenarnya sekolah itu -- sebut saja SD Babelan Kota 01-- tidak memerima diriku yang masih terlalu belia untuk mendapatkan pendidikan dengan alasan karena umurku belum cukup. Akan tetapi orang tuaku tidak menyerah begitu saja lalu mereka berdiskusi dengan kepal sekolah. Walaupun cukup rumit, orang tuaku tetap berusah sekuat tenaga karena aku memaksa untuk bersekolah. karena keinginanku itulah mereka berusah sekuat tenaga. setelah 2 jam berlalu melalui diskusi yang panjang, akhirnya keputusan kepala sekolah itu adalah mengizinkan akau untuk bersekolah dengan syarat untuk 2 caturwulan di evaluasi ( caturwulan adalah sistem pendidikan jaman orde baru). padahal aku pikir aku hanya terpaut 6 bulan dari teman-temanku yang lain. ya, itulah sistem pendidikan di negara ini, sangat menyedihkan, penuh dengan birokrasi yang rumit.

setealh semua berlalu dengan begitunya, aku mulai sibuk dengan yang namanya sekolah. Aku harus bangun pagi mulai dari sekarang, belajar, mengerjakan tugas, dan lain sebagainya. Ya, itulah aku. Sekali lagi aku adalah orang yang beruntung.

Hari pertamaku begitu menyenagkan, aku berjalan dengan penuh percaya diri. Disini aku mendapatkan teman baru, lingkungan baru yang harus kuadaptasikan, belajar bersosialisasi, dan menuntut ilmu. Seperti biasa hari pertamaku aku diantar oleh ibuku - ibu yang paling setia di bumi ini- setelah itu beliau pulang dan aku di tinggal sendiri. AKu yakin di sini aku dapat merangkai mimpiku dan ini adlah langkah awal. Ya, ini adalah jasa orang tuaku yang tak dapat aku lupakan seumur hiduplu. Mereka ingin pangeran kecilnya meraih pendidikian untuk merubah hidupnya dengan tangannya sendiri. Aku sering berpikir mengapa mereka begitu gigih menuntun anaknya hingga aku seperti sekarang ini padahal ibuku adalah tamatan SMA dan ayahku adalah tamatan d3. akan tetapi sering terlintas pada pikiranku apakah aku mampu menguwujudkan di sekolah ini, sekolah yang kecil dan belum mempunyai nama di daerahku, tetapi apa yang bisaku lakukan adalah berusaha dan melakukan. semangat itulah yang terus aku bawa sampai aku duduk di fakultas ekonomi Universitas Indonesia.

ya.....aku yakin dengan semua yang diberikan olehNYA, ini adalah sebuah alur yang telah di tentukan olehnya.
kelas 1....disini aku mulai belajar dengan materi yang diberikan salah satu guru kesayanganku sebut saja bu Hetty Maria. seorang guru yang banyak memberikan pengalaman kepadaku dan aku banyak mencuri ilmu darinya. aku kagum dengan dia. sampai dua tahun berikutnya aku selalu dia ajar olehnya. hingga pada saat aku duduk di kelas dua aku terpilih sebagai wakil dari sekolah itu untuk ikut lomba CALISTUNG. ya, aku mewakili sekolahku untuk tingkat kabupaten. aku heran padahal masih banyak temanku yang pintar dari pada aku.
oleh beliau aku dilatih membaca cepat, menghitung, dan menulis. karena beliaulah aku bisa seperti ini.
sayang.............selama tiga tahin aku terpilih sebagai wakil dari sekolahku itu, aku hanya dapat mempersembahakan juara dua. Akan tetapi Bu hetty selalu bangga akan apa yang ku dapatkan entah apa yang dia nilai dariku atau mungkin hanya baru diriku yang mampu membawa nama sekolah itu menjadi berkibar.....entahlah

3 tahun berlalu, sekarang aku duduk di kelas 6. Ujian Nasional suadh di depan mata. Aku harus Belajar kebih giat. terkadang aku sedih untuk meninggalkan sekolah ini, atpi itu yang harus kulakukan untuk merangkai mimpiku. akan tetapi ada satu hal lagi yang menarik untuk dilewatakan, ya, sebelum aku menghadapi ujian nasional aku terpilih lagi untuk yang sekian kalinya dan kali ini lomba di Cikarang. lomba tingakat nasional. Aku menjadi Wakil dari sekolahku. Saat itu aku bertekat untuk mempersembahkan terakhir kalinya untuk sekolah dan aku berjanji akan mendapatkan juara 1. setelah lomba, pengumuman dilakukan. Ya, lagi-lagi aku hanya dapat juara 3....
mungkin ini nasibku yang tidak dapat membawa sekolahku.....
setelah ujian nasional, aku lulus dengan hasil yang memuaskan. Aku bertekad melanjutkan ke SLTP favorite di Bekasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar