Rabu, 25 Mei 2011

Pada orang dengan diabetes tipe-1, sel-sel islet pankreas tidak lagi memproduksi insulin.
Jadi, masuk akal jika transplantasi pankreas akan menyembuhkan penyakit diabetes mereka.
Tapi terkadang pengobatan bisa menimbulkan dampak yang lebih buruk daripada penyakit itu sendiri.
Tubuh memiliki sistem yang kompleks dan rumit untuk mengenali bagian-bagian baik dari dalam maupun bagian-bagian yang dianggap asing atau dari luar.
Agar tubuh tidak menolak, dokter akan berusaha untuk mencocokkan protein darah yang disebut human leukocyte antigen (HLA) type dari donor dan penerima.
Pasien dengan transplantasi organ harus mengonsumsi obat imunosupresif untuk mencegah sistem kekebalan tubuh menyerang organ baru.
Efek samping obat-obatan ini mungkin lebih buruk daripada masalah yang disebabkan oleh diabetes, dan operasi itu sendiri pun merupakan masalah yang serius.
Satu hingga dua dari sepuluh orang yang mendapatkan transplantasi pankreas meninggal dalam satu tahun.
Namun, tetap ada orang-orang yang setelah melakukan transplantasi pankreas serta mengonsumsi obat imunosupresif kondisinya tidak memburuk, meskipun mengalami komplikasi berat karena diabetes.
Pasien yang sudah melakukan transplantasi pankreas tidak akan lagi mengalami diabetes sehingga pemberian insulin dan cek glukosa darah tidak lagi diperlukan.
Namun sayangnya, sekitar setengah dari jumah transplantasi pankreas ditolak oleh tubuh. Jika transplantasi gagal, orang tersebut akan menderita diabetes lagi.
Harus diingat bahwa transplantasi pankreas berguna hanya untuk orang dengan diabetes tipe-1.
Masalah utama pada orang dengan diabetes tipe-2 bukanlah kegagalan pankreas, tetapi ketidakmampuan tubuh merespon insulin dengan tepat.
Transplantasi Pankreas Sebagian
Selain seleksi yang ketat untuk mendapatkan donor pankreas yang cocok, ditambah dengan jumlah donor yang sangat sedikit, akhirnya membuat persediaan pankreas utuh semakin terbatas.
Oleh karena itu, seseorang dapat menerima donor sebagian pankreas dari anggota keluarga yang masih hidup.
Ketika seorang pasien diabetes berhasil menerima transplantasi ginjal dari seorang keluarga yang masih hidup, jika melakukan transplantasi pankreas sebagian pada waktu bersamaan biasanya akan berhasil.
Sebelum ginjal hasil transplantasi rusak karena diabetes, pencangkokan pankreas sebagian dari donor yang sama akan membantu mengontrol kadar glukosa darah dan melindungi ginjal baru dari kerusakan lebih lanjut.
Keberhasilan transplantasi akan lebih tinggi ketika jenis HLA antara pasien dan donor cocok.
Selain itu, transplantasi pankreas yang dilakukan bersamaan dengan transplantasi ginjal cenderung lebih berhasil dibandingkan hanya transplantasi pankreas saja.
Manfaat dan Risiko
Transplantasi pankreas lebih aman dilakukan pada orang yang tidak memiliki penyakit jantung atau penyakit pembuluh darah.
Sebelum melakukan transplantasi, dokter akan memeriksa sistem peredaran darah untuk melihat apakah kondisi pasien cukup sehat untuk menjalani operasi.
Operasi apapun yang akan dijalani, semakin baik kondisi kesehatan akan semakin baik pula pasien bisa menahan stres fisik karena operasi.
Efek samping yang mungkin timbul karena operasi biasanya adalah perdarahan dan infeksi. Obat imunosupresif memiliki efek yang keras pada tubuh, tetapi orang yang melakukan transplantasi harus mengonsumsi obat ini seumur hidup.
Azathioprine dan siklosporin, dua obat yang biasa digunakan, selain membuat pasien lebih mudah terkena infeksi juga memiliki efek samping lain.
Setelah operasi, pasien harus menghindari orang-orang yang mengalami infeksi, seperti pilek atau flu. Selain itu, pasien juga tidak boleh melakukan imunisasi tanpa memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu.
Selain dapat merusak ginjal, efek samping yang lainnya adalah meningkatkan risiko beberapa jenis kanker jika pasien menggunakan salah satu dari obat ini selama bertahun-tahun.
Sebuah penelitian terbaru (JAMA, 2003) menunjukkan bahwa pasien diabetes dengan fungsi ginjal yang masih bagus, tingkat harapan hidup bagi yang hanya menerima transplantasi pankreas lebih buruk dibandingkan tingkat harapan hidup pasien yang mengobati diabetes dengan terapi konvensional (insulin, diet, dll).
Oleh karena itu, keputusan untuk melakukan hanya transplantasi pankreas saja harus sangat hati-hati baik oleh pasien maupun dokter.
Karena tingkat keberhasilannya lebih rendah dibandingkan transplantasi pankreas dan ginjal secara bersamaan.
Transplantasi pankreas biasanya dilakukan hanya pada orang dengan diabetes tipe-1 yang sudah mendapatkan transplantasi ginjal.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar